Imagine there's no your girl, so it's happy if you try


Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Agustus 2012

Seni Perang Minangkabau ( Perang Padri )


Sun Tzu adalah seorang ahli strategi militer terkenal bangsa Cina yang menulis buku “The Art of War”, sebuah buku mengenai strategi militer klasik yang dapat diaplikasikan dalam banyak bidang mulai dari bisnis hingga pemasaran. Di Minangkabau juga terdapat sebuah buku tentang strategi militer yang mengajarkan kepada pasukan Belanda cara berperang lebih baik dalam melawan orang-orang Minang yang menjadi buku wajib untuk dibaca perwira-perwira Belanda yang ditugaskan ke Sumatera Barat.

Kapten Hendriks menulis dalam catatan-catatannya yang kemudian diterbitkan dalam sebuah buku “Berperang di Sumatera” pada tahun 1881. Buku itu merupakan petunjuk-petunjuk bagaimana berperang di Minangkabau berdasarkan banyak kekalahan dan pengalaman pahit Belanda dimasa lalu.

Belanda boleh jadi sangat paham dalam berperang di Jawa namun karakteristik orang Jawa dalam berperang sangatlah berbeda dengan orang Minangkabau demikian juga dalam pengetahuan tentang peralatan perang. Pasukan Jawa lebih banyak mengandalkan mobilitas yang tinggi dan besarnya pasukan sehingga perang-perang di tanah Jawa lebih banyak dihabiskan Belanda untuk mengejar musuh.

Orang-orang Minang sangat ahli dalam perang benteng hingga lebih senang bertahan dalam benteng-benteng dan memanfaatkan keadaan alam sebagai pertahanan. Orang-orang Minang jarang sekali menyerang pasukan Belanda dilapangan terbuka, mereka biasanya menyerang saat pasukan Belanda sedang dalam barisan dan mereka juga biasa untuk bertahan sampai mati walaupun memiliki kesempatan untuk melarikan diri.

Senjata yang biasa dipakai oleh rakyat Minangkabau adalah senapan, keris, kelewang, tombak dan sumpit (tidak pernah memakai anak panah yang beracun, yang dipakai adalah getah aren yang akan membuat luka menjadi sakit seperti terbakar). Rakyat Minangkabau memakai ranjau dari bambu-bambu yang sangat runcing untuk dipasang dijalan yang diduga akan dilalui musuh. Tetapi sistem pertahanan yang terpenting adalah pagar-pagar yang terdiri dari bambu berduri panjang yang ditanam sangat rapat sehingga mereka dapat mengamati gerak musuh tanpa terlihat. Pohon bambu berduri ini bila sudah berumur empat tahun akan menjadi hutan berduri panjang yang mustahil untuk ditembus, namanya adalah bambu aur.

Hendriks juga menulis agar pasukan Belanda jangan sekali-kali mengejar musuh yang sedang melarikan diri dari Benteng mereka karena kebanyakan ini adalah jebakan, dimana sebuah pasukan yang lain telah disiapkan menunggu dan bersembunyi dalam semak, bebatuan maupun perbukitan. Bila sebuah daerah telah kalah, mereka juga jarang menyerahkan diri, biasanya mereka bertahan dihutan hingga berbulan-bulan dan menyerang transportasi logistik pasukan Belanda dimalam hari.

Sebuah catatan yang dimuat dalam “Berperang di Sumatera” ini adalah tentang kehebatan orang – orang Padri yang hanya dengan pasukan berkekuatan 30 orang mampu memukul mundur pasukan Belanda yang berjumlah 2000 serdadu.

Pada peperangan dengan Pauh didiskripsikan bahwa kampung Pauh dikelilingi benteng dari tembok batu setebal 5 meter dengan tinggi yang bervariasi antara 3 sampai 5 meter. Seorang letnan Belanda bernama Boelhouwer dalam bukunya “Kenang – kenangan sewaktu di Sumatera Barat tahun 1831 – 1834″ yang diterbitkan di Belanda tahun 1841 melukiskan pertahanan Bonjol sebagai berikut :

“Bonjol terletak diatas bukit berbentuk segi empat panjang yang dipisahkan oleh sebuah sungai dengan aliran yang deras. Tiga sisi Bonjol dikelilingi oleh dinding pertahanan dua lapis setinggi kurang lebih 3 meter. Tembok luar terdiri dari batu-batu besar yang merupakan tembok benteng yang kokoh dengan teknik pembuatan hampir sama seperti benteng-benteng di Eropa. Diantara kedua tembok benteng itu dibuat parit yang dalam dengan lebar 4 meter. Diatas tembok benteng itu ditanami bambu berduri yang sudah hampir berupa hutan duri yang tidak dapat ditembus. Orang-orang Padri menempatkan pengintai dan penembak jitu dibalik bambu berduri ini untuk memantau pergerakan pasukan Belanda. Dibeberapa tempat terlihat meriam-merian kaliber 12 pon dengan pedati beroda kayu tanpa jari-jari untuk mengangkutnya dan didekat meriam tersebut terdapat batu bulat sebagai pengganti peluru. Sungguh mengherankan bagaimana mereka dapat membawa meriam sebesar itu keatas bukit sedangkan kami (maksudnya Belanda) hanya mampu membawa meriam kaliber 3 pon, itupun harus dipereteli. Diluar Bonjol terdapat mesjid berbentuk segi empat yang dibangun tanpa paku dan besi dengan atap terdiri dari 5 lapis yang makin lama makin kecil dan tertutup sirap, bahan yang sama dengan yang dipakai untuk atap gereja – gereja di Eropa dan dapat menampung kurang lebih 3000 orang. Bila ada kemauan, bangsa Minang ini dapat mencapai kemajuan setara dengan Eropa”

Dengan semua kelebihan dan kemampuan yang dimiliki seharusnya mustahil Minangkabau dapat ditaklukkan oleh Belanda. Bangsa Aceh dan tentara kerajaan Majapahitpun gagal untuk menaklukkan Minangkabau. Tetapi sungguh disayangkan bahwa bangsa kita ini tidak pernah juga kekurangan pengkhianat, orang yang berjuang untuk kepentingan pribadi dan sesaat. Belanda sangat berhasil memelihara sifat bangsa kita yang bobrok seperti gampang dibeli, mudah dihasut, senang dibodohi, senang disogok dan disuap. Mereka juga cukup berhasil dalam memperalat adat dan mengikis demokrasi di Minang dengan memperkenalkan budaya aristokrasi.

Sangat disayangkan juga bahwa belum ada satupun buku tentang penjajahan Belanda yang mendalam, bila ada akan segera terlihat bahwa Belanda adalah bangsa yang hebat dalam membodohi bangsa lain dan suatu tantangan bagi ahli sejarah untuk membuat buku seperti itu sebagai cermin menghindari kesalahan – kesalahan dimasa lalu untuk kepentingan dimasa depan.


 Benteng Bonjol
Sumber gambar : Tijschrift voor Nederlands Indie 1839

Reference:
Hendriks, Oorlogvoeren op Sumatera, Indische Militair Tijdschrift, 1881.

Rusli Amrin, Sumatera Barat hingga Plakat Panjang, Penerbit Sinar Harapan.

Rusli Amran, Padang Riwayatmu Dulu, 1988, Cetakan Kedua, Penerbit CV. Yasaguna.

Sumber : http://mozaikminang.wordpress.com/ , Wikipedia

Jumat, 16 September 2011

masih ingatkah??

Sore itu Harjat mengebut dengan motor honda cab buntutnya. entah berapa kecepatan motor tua yang belum lunas itu, mungkin hanya alunan musik perkusi dan getaran getaran sahdu dari komponen komponen mesin karatan itu yang bisa menjawabnya. walau apapun kondisi jalan yang menghadang, entah itu lobang hasil dosa para kontaktor pemakan aspal dan kerilil nan hari ke hari kian menganga dan lapar akan perhatian Pemda, atau jalan yang becek oleh genanggan air yang berasal dari akgresi got got mampet buah tangan warga warga yang berfikir selokan adalah temat sampah. semua ia lalui tampa menurunkan kecepatan motornya.

Ia baru saja bisa pulang kerja, setelah berhasil memdapat ijin pulang setelah bersusah payah merayu Chia kim pengawasnya yang juga jatuh hati padanya. namun yang ia pikirkan saat itu hanya satu, apapun yang terjadi ia harus cepat sampai kerumah. hari ini hari penting, bagi dua orang yang teramat penting dalam hidupnya. meskipun rasanya berat hatinya menerima keadaan ini, andaikan saja ia tidak malu ingin rasanya ia berteriak sekeras kerasnya atau pun menangis sejadi jandinya.

akhinnya motor buntut kreditanya itu menuntunnya mendarat di sebuah rumah yang berada di sebuah gang sempit.
" aduh jat kok kau baru pulang, acaranya sudah dimulai dari tadi" ujar seorang wanita paruh baya bermata sipit.
"saya baru dapat ijin taci (panggilan tante di masyarakat keturunan melayu cina)" jawabnya.
"o..yasudahlah sana masuk, dari tadi kau sudah ditunggu di dalam" balas perempuan lima puluh tahunan itu

begitu ia masuk ke rumah nan penuh sesak oleh tamu itu, seorang wanita menemuinya.
"maaf ya Putri aku telat!" serunya pada wanita bergaun merah dan berhiyasan pernik pernik keemasan itu.
sambil tersenyum perempuan itu menjawab," ha..yo, kok masis manggil Putri, sekarang kau kan sudah jadi adik iparku"
ya, sebenarnya ia tau, cuma hatinya tidak bisa terima, gadis yang ia idam idamkan selama ini harus menikah dengan kakaknya sendiri.
selesai

Jumat, 24 Juni 2011

Black Powder atau Gun Powder atau Mesiu


Sejarah bahan peledak bermula dari Cina. Sekitar abad ke-9, seorang juru masak secara tak sengaja mencampurtiga bahan menjadi bubuk berwarna hitam (black powder) yakni garam kalium atau garam peter atau kalium nitrat, belerang (sulfur), dan arang dari kayu yang berasal dari dapurnya. Ternyata campuran ketiga bahan itu mudah terbakar dan kemudian hari di kenal dengan nama black powder atau gun powder atau bubuk mesiu.

pada perkembangan selanjutnya ketiga bahan tersebut dimasukan ke dalam sepotong bambu yang ada sumbunya ( jadilah sebuah petasan ) yang lalu dibakar dan akan meletus dan mengeluarkan suara ledakan keras yang dipercaya mengusir roh jahat. Dalam perkembangannya, petasan dipercaya dipakai juga dalam perayaan pernikahan, kemenangan perang, peristiwa gerhana bulan, dan upacara-upacara keagamaan.
pada abad ke 10 Jenderal Dinasti Song, Han Shizhong, menggunakan bubuk mesiu untuk merebut sebuah kota di Fujian. Dalam pertempuran itu ia menggunakan bubuk mesiu gengan dua cara, yang pertama memasang bubuk mesiu pada ribuan tabung tabung kecil dilengkapi anak panah yang akan meluncur dengan kecepatan tinggi bila sumbunya di bakar ( roket ). Dan cara kedua dengan menggunakan tabung yang diisi dengan bubuk mesiu sebagai bahan pendorong untuk menembakkan bola bola baja yang dipasang pada tabung terserbut ( meriam )
Pada abad ke 17 bubuk mesiu diperkenalkan untuk pemberaian batuan pada tambang-tambang di Eropa setelah terlebih dulu disempurnakan oleh seorang pendeta berkebangsaan Jerman bernama Berthold Schwartz.
Pada tahun 1802, Dupont membuat pabrik black powder di Brandywine Creek dan dipasarkan

Beberapa komposisi pembuatan black powder yang dikenal, antara lain:

  1. campuran antara potasium nitrat (KNO3), charcoal, dan belerang;
  2. campuran antara sodium nitrat (NaNO3), charcoal, dan belerang;campuran antara potasium nitrat dan charcoal (tanpa belerang); dan
  3. pyrodex, merupakan campuran antara potasium nitrat, potasium perklorat (KClO4), charcoal, belerang, cyanoguanidin, sodium benzoat, dan dekstrin.

Selasa, 25 Januari 2011

Mati sendiri

(nama, tempat, kejadian, dan waktu hanya rekayasa semata, kesamaan bukan lah tanggungjawab penulis)

23 ‎Januari 2008

Pagi itu,‎ entah mengapa angin terasa lebih dingin dari pada biasanya. Seakan akan menghipnotis dan merayu bujang bujang hingga mereka takmau melepas kemesraan bersama selimut selimut jelita yang menggoda mereka dengan mimpi mimpi indah. Begitu pula halnya dengan Fiad, pemuda itu tersentak dari rayuan angin surganya.

" ala mak, terlambat kiranya aku ni!!!!" gunyamnya seraya bergegas mengganti pakaiyannya.

Tak cukup waktu lama ia telah mengenakan celana sampai kaos oblongnya, tak lama kemudian iapun berlari ke arah motornya setelah memungut rompi reflektor dan helm sefety kuning yang baru saja ia terima kemarin, yang ia terima kemarin saat ia menandatangani surat kontrak kerja sebagai blast hand di sebuah contraktor peledakan. "Jangan lupanya, saudara sekalian besok kami jemput di halte simpang kacang pagi, jam setengah enam!" kata kata itu seakan terus bergema di setiap sisi didalam rongga kepalanya

bagaikan dikejar setan dia menyeret dan menggas motor sogun karatannya. dari tikungan sampai tikungan selanjutnya ia lewati tampa sedetik pun ia menurunkan kenurunkan kecepatan motor bututnya. hingga sampai di jembatan jepang. jembatan tua tersebut sebenarnya sama sekali tak bernama, cuma karena jembatan tersebut selesai di masa penjajahan jepang, maka bernama pula lah akhirnya jembatan itu. namun kononnya disana pula lah tepat serdadu nipon mencelup para pejuang ekstrimis bangsa kita. maka tak mengherankan bila kisah kisah berbau mistik selalu menghiasi jembatan bercat putih tersebut. namun Fiad tetap tak peduli pada puluhan cerita hantu tersebut, dan tetap melaju dengan kecepatan penuh.

ketika ia telah sampai di tengah jembatan tersebut, tiba tiba saja sebuah cahaya melaju kencang ke arahnya. tersentak iapun reflek stang motornya ke kiri. namun hal itu membuat motornya terpelanting ke tepi jembatan. pertama tama ia menghantam pilar baja penyangga jembatan, lalu terpelanting lagi hingga jatuh ke sungai, dan tersangkut di tiang jebatan tersebut.

darahnya tak berhenti mengalir dari pahanya yang robek, begitu pula dengan luka di kepalanya, darahnya seakan tak pernah kering, karena langsung larut bersama air sungai. ia pun berteriak minta tolong, panik mengharap ada yang mendengarkannya. namun akhirnya ia pun melemah, kesadarannya pelan pelan hilang, iapun hanyut dan tak pernah ditemukan.

Kamis, 01 April 2010

asal mula

mungkin perbuatan yang amat narsis bila aku menceritakan kisah ini dari suatu titik permulaan munculnya mahkluk yang kita sebut seperti judul diatas. tapi ini semua tidaklah lengkap bila tidak kita mulai dari awal. dan ku yakinkan diri untuk memulai cerita dari sebuaah masa.
suatu hari, ah... lebih tepatnya suatu malam, bulan bersinar begitu indahnya walaupun ia masih menyembunyikan separoh wajah dalam sisi gelapnya. para bunyian ( mahluk halus yang memainkan musik di hutan rimba) membuai para petani akan mimpi-mimpi indah, rehat sejenak, lupakan lara mereka. mestipun sebenarnya terjadi gempa skala kecil waktu itu, tetap masih tak dapat mengganggu mereka. kecuali ibuku.
bukan,bukan gempalah yang membangunkannya.pertarungan hidup dan matinya akan dimulai. semua mengantar ke sana, sebuah puskesmas satu-satunya yang ada. di buka paksa.
mesti cukup lama perjuangan itu terjadi, si manusia kecil akhirnya lahir jua. tampa tangis, tampa suara, dia diam seribu kata. dia hidup, hanya saja makhluk munyil tak bernama itu tertidur lelap, seakan tak terjadi sesuatu disana.
seorang lelaki membisikan azan, dengan suaranya yang dulu konon amat merdu mendendangkan ayat-ayat suci Al-qur'an. dia bapakku dan tentu saja bayi itu adalah aku. dan sebuaah nama telah ia ukir, bergema di antara dinding ruang sepi, malam sunyi.
Abdussalim namaku, hamba yang selamat.
bukan, sekali-kali bukan limumu bougenvile.

Minggu, 21 Februari 2010

perang SMS

sayup sayup ku dengar alunan musik dangdut remix disela mimpi indahku, aku tahu itu adalah lagu lolita yang berjudul jangan ganggu pacarku. apakah sedang ada konser dangdut disini? ah.. kayaknya bukan. itu nada dering HPku. wah.. ternyata ada sms masuk. dengan sedikit ngantuk ku menatap jam dinding berlambang logo kebanggaan klub nyonya tua (sebutan untuk klub juventus), dengan anggun sang nyonya menunjuk angka 12 dan angka 1. "alamak siapa pula yang sms tengah malam begini" pikir sang gagak.
dari nomor tak dikenal isinya" he berani sekali kau pakai hpku hingga batrainya habis". aku pun sadar ini dari gadis umur 14 tahun yang berinisial VA ummi khairi. gadis otaku( istilah dari negara jepang untuk kauam muda yang hanya memikirkan hobinya saja) ini ternyata tidak tau sopan santun sekali. coba banyang kan, beberapa kali hpnya telah ku selamatkan dari bermacam bahanya ( hampir jatuh dari ventilasi kamar mandi, hampir terinjak, bahkan pernah hampir masuk ke air karena ia ceroboh meletakkan barang berharga itu sembarang tempat), nah sekarang malah aku yang dituduh main main dengan hp tersebut.
sedikit bercanda ku balas saja" lee min ho mengucapkan maaf, tapi adik, kau salau menuduh orang kali ini". tak lama setelah itu " orang jelek gak usah ngaku tampan, dan jangan sok akrab" balasnya. kali ini aku benar-benar emosi dan ku balas "oh fille, vous ĂŞtes endormi! C'est la nuit.vous pensez que je suis celui qui?"
artinya "wahai gadis, cepat kau tidur !ini sudah malam.kau kira aku ini siapa"
dan hP ku matikan

Minggu, 26 Juli 2009

adieu facebook

( di tulis dengan bahasa prancis )
J'écris ce que je suis vraiment coeur brisé
que tout le monde sait ce qui est facebook, il s'agit d'une éruption qui a commencé l'association être discutés
J'ai commencé comme invitée par un ami. initialement très excitant parce que un par un vieil ami, puis-je trouver jusqu'à ce que je rencontre une fille qui, je le sais bien, je n'ai jamais utilisé à l'aimer. et nous avons eu très proche. de sorte que je sais, il a été aimé, ah .. comment mon cœur brisé. deux nuits, je ne peux pas dormir, mon travail est si brouillon.
oh .. triste sort je
Seether ft. Amy Lee - Broken
I wanted you to know I love the way you laugh
I wanna hold you high and steal your pain away
I keep your photograph and I know it serves me well
I wanna hold you high and steal your pain

'Cause I'm broken when I'm lonesome
And I don't feel right when you're gone away

You've gone away, you don't feel me, anymore
The worst is over now and we can breathe again
I wanna hold you high, you steal my pain away
There's so much left to learn, and no one left to fight
I wanna hold you high and steal your pain

[x2]
'Cause I'm broken when I'm open
And I don't feel like I am strong enough
'Cause I'm broken when I'm lonesome
And I don't feel right when you're gone away

'Cause I'm broken when I'm lonesome
And I don't feel right when you're gone away

You've gone away
You don't feel me here anymore

Rabu, 01 Juli 2009

Pak A.Aladin

ssssnggttttt!
demikianlah kiranya desis storing dari spiker tua berbentuk corong tersebut, ketika imam jum'ad mengucapkan salam di akhir raka'at kedua. Memang ini sudah biasa (terbiasa) mengusik telingaku. walau begitu hari ini lain bari biasanya, karena perutku melilit mengikuti nada ajaib ini. Bagaimana tidak, sang Khatib jum'ad itu telah menyita waktu makanku dengan ceramahnya yang lebih dari dari 1 jam.begitu keluar mesjid, sang gagak pun terbang secepat kilat (apalagi kalau bukan kesarang nya). sesaat setelah bertengger nyaman di sarang, aku langsung menyambar semua hidangan, berpakaian seragam, & terbang lagi ke sekolah (biaasalah bung, kelas satu harus and wajib masuk siang) .
nah inilah masalahnya.di sekolahku ini ada makhluk yang sudah lama menjadi tokoh antagonis. tak lain tak bukan sang wakil kepala sekolah lord sir A.Aladin.SAg ( mulai sekarang panggil saja Sir aladin ). "hei kamu tak boleh masuk kelas, ayo cepat ikut saya kekantor" hardik sir aladin, aku pun menuruti perintah. wah ternyata si ular juga telambat. "he bung, napa ente telat?" bisik sang gagak. "biasa coi, asik baca komik bujang hanam ( maaf kitab ini sama sekali tidak boleh di baca anak di bawah umur)" balas ular yang juga berbisik."he...! diam kalian!" lagi lagi sir aladin membentak kami " lim, wan (nama ular), apa alasan kalian.maka kami mulai membela diri dengan berbagai alasan. namun pada kasus ini justru hanya aku yang mendapat hukuman dari sang guru, pasalnya lord sir A.Aladin tak percaya pada semua ceritaku. bodohnya ia percaya cerita diarenya ular.
belatung nagka.
namun 3 tahun kemudian aku baru tahu makhluk ini ternyata menaruh dendam pada bapakku.( ini akan ku ceritakan lain kali)

Minggu, 01 Maret 2009

ela lagi-lagi ela

"aku masih disini. terdiam sepi. mesti tampamu... " abegutu lah kiranya lirik lagu nan didendangkan oleh hijau daun, yang ku dengar dari sebuah radio swasta.
segera herman (koki senior) menukar dan mencari siaran dangdut kesuakaanya, dan lolita pun berdendang membawakan lagu gak jaman. wah asik ni aku pun makin semangat menggoyangkan spatula mengaduk sasakan leluhur ku. sejurus disana herman pun tersenyum dengan tatapan penuh makna ( kira kira maknanya "kau suka dangdut juga bung"). dan lagu selanjutnya adalah umbrela versi dangdut ( wah ada juga ya versi dangdutnya), kami mulai kagum pada rihana ( bisa juga artis negro ini nyanyi dangdut ). sejenak aku teringat pada semua cewe bernama ela (ayo lagi pikir ape loe?).( jangan negative doeloe boeng) ela lah yang bisa menbuat aku merasa ganteng ( mesti terkadang berarti gadang tengak/ maha bodoh/ super pandir/ idiot) dan tampan.
inilah para cewe yang bernama ela :
ela I ( baca ela pertama)
adalah teman SDku yang paling berani dan tak terkalahkan kalo diajak duel ( maksutnya lomba makan nya lim). sepertinya ela yang satu ini tak usah kita bahas.
ela II (seperti biasa, baca ela ke dua dan begitu selanjutnya)
teman SMP, alah mak cantiknya bukan main (tapi anehnya aku selalu menanggil nya kakak). sayang ia suadah ada yang punya dan hati seekor gagak pun bertaut pada senyum manis sang bangau.
ela III
teman SMP dan SMA, ada satu kata darinya yang selalu ku ingat " lim kita main drama yuk, parodipun tak apa-apa ." dan aku menyanggupinya. kami bermain parodi didepan kelas ( pada jam bahasa ) bersama hendra ( yang juga berasal dari SMP yang sama dengan kami ).
kelas pun bergemuruh, semua tertawa, A+ untuk kami.
ela IV
teman SMA, wah kalo yang ini agak spesial. karena cewe ini lah salah satu cewe yang sering digosipkan ibuku (di sangkanya aku pacaran sama ela yang ini), itu terjadi saat ibu melihat kami duduk berdua saat peringatan 100 tahun bung Hatta, dibawah jamgadang yang menjadi simbol kotaku ( "duh mesranya" ucap ibuku). ada satu kata darinya yang selalu kuingat "wah lim clan kita rupanya sama, aku juga melayu."( maksut clan disini adalah clan pada suku minang, selain melayu juga ada koto, pili, jambak, caniago, dan sebagainya).
ela V
teman kuliah, mesti sebenarnya ia tak bernama ela tapi bagiku ia lah ela ke lima ( itu semata-mata karena cara berpakaiyannya mirip dengan ela ke empat). cewe berjilbab dan berkacamata ini lebih tua setanun dariku,lebih sering ku sapa aan. hal yang paling ku ingat ialah saat kami melaporkan hasil kunjungan industri kami ke semen padang. awalnya aku duduk dengan malas disampingnya ( dalam pikiranku " ah anak cewe pasti lebih pintar berdebat dengan para senior" ), maklum saja gagak yang ini adalah makluk paling pengecut.
tampa sengaja ku menoleh kesamping,dan saat itu ku lihat. wanita berjilbab ini tampak pucat ( beragam hipotesa muncul di benakku, yang intinya aku harus bantu dia mati-matian.) dan akupun berdiri membantunya menghadapi para senior itu (aku tak boleh kalah, kalo bisa sampai semua senior itu tak sanggup lagi bertanya).
ela VI
seorang gadis yang kujumpai di medan ini adalah seorang penjaga tempat penyewaan komik di jalan tamrin ( medan ).cewe berdarah cina dan melayu deli ini lah yang membuat aku berani mencuri waktu ( maksutnya waktu kerja ku di medan ), hanya untuk melihat wajahnya yang cantik dan komiknya yang super lengkap. tapi sanyang kita harus berpisah,karna aku merantau ke sebuah pulau yang ia sebut karimata ( kalo orang jawa menamakan pulau kalimantan ).
dan disini lah aku sakarang. pulau bertuah, benua etam (nama aslinya yang di baca borneo oleh para kompeni belanda), pulau harapan ,pulau kalimantan.
herman menatapku lagi ( yang serius kerja bung )...
THE END

Kamis, 26 Februari 2009

Lagu Hujannya Tipe-X

tau tidak, apa lagu kesukaan si bangau? tak lain tak bukan, lagu hujan dari tipe-x. dan si bangau sering mendendangkan liriknya yang ini:
Biarkan hujan basahi bumi
Basahi semua mimpi yang pernah mati
Biarkan berkembang, tumbuh, dan bersemi
Semua bunga-bunga negeriku ini
Dinginnya hujan sadarkan kita
Terlalu kita telah terpenjara
Diam tak berdaya terbakar mentari
Hingga tak sanggup teriakkan kata hati

He..he.., mungkin ia senang kepala suku telah berganti, indonesia memulai pemilu yang demokratis (katanya sih begitu)

Sabtu, 03 Januari 2009

skay army

boleh dibilang "tampa si kucing skay army tak akan pernah ada", loh kok begitu. ini berawal saat guru bahasa indonesia kami menugaskan para muridnya membuat suatu puisi. dan saat itu gagak belum mengenal sama sekali apa itu yang namanya puisi. begitu gagak dipanggil untuk membaca puisi, dengan santainya gagak langsung berpuisi, dan inilah isinya:

MERAPI

kau yang berdiri
tegak disana
tiap hari, pasti
tetap disana

tentu saja ini sama selali bukan puisi, he..he...
gelak tawa pun berderai mengakhiri pementasan puisi tersebut. namun di sudut kelas, seorang gadis cantik ( tentu saja si kucinng ) tetap diam seribu bahasa, seakan ia tak mempedulikan pertunjukan homor yang baru saja berlangsung. hingga tibalah giliran gadis ini tampil.

SKEY ARMY
hey...
apa yang kalian pikir
hitam putih norma
tamapa raga

inilah... kami,
yang terkurung dalam tembok ini
merangkul balok es
titipan tanpa batas

berjalan menari di atas pentas
yang bernama kehidupan
mengais mencari kunci

kunci perak
the silver key
the SKEY

kami adalah prajurit
pencarinya
The SKEY ARMY

kami hantamkan kaki
mencoba melompat
lompati tembok ini

kami kepakan sayap
mencoba terbang
jauhi sangkar-sangkar itu

berusaha menjelma menjadi sempurna
bangun saat terjatuh
mengibarkan bendera abu-abu
THE SKEY ARMY
landbow 1999
shiska( nama si kucing)
semua pun terpana, bahkan aku(gagak) pun terdiaam beberapa saat. dan sang gagak pun jatuh cinta pada puisi, kelas kami dipangil dengan sebutan SKEY ARMY ( dan akhirnya di panggil SKAY ARMY)

Rabu, 29 Oktober 2008

tewasnya tomi kurniawan

(perhatian tulisan ini mungkin mengandung unsur kekerasan, jadi bagi yang tidak kuat mental harap tak membaca tilisan ini )
Dahulu gagak punya perternakan ayam, nah para ayam di beri nama keren. begitu sang ayam menetas nama para artis langsung melekat pada mahluk munyil tersebut. sebut saja tora sudiro( dalam bahasa jepang tora berarti ayam), surya saputra, luna maya, anisa bahar, tomy kurniawan, dan sebagainya.
ceritanya begini, dari sepuluh telur yang dierami (oleh ayam betina) menetas lah sembilan makhluk munyil nan lucu. "wah sukses nih" gunyam induk gagak (ibunya penulis), dan mulailah langkah pertama. Para hewan tersebut diseguhi teh manis ( ini teknik perawatan unggas yang baru menetas di kampungku, tak heran bila orang kampungku disebut "penjual anak" maksutnya anak ayam, itik, ikan, dan hewan ternak lainya)
singkat cerita, tu ayam tumbuh dengan suburnya. kecuali tomi kurniawana, ini makhluk sakit sakitan. dengan gejala idung meler, terjadinya keontokan yang tak wajar pada rambut (bulu) di kepala. setelah diteliti, kondisi di TKP, maupun alibi dari para tersangka ( para ayam). ternyata sodara-sodara, telah terjadi pengeroyokan dan tindakan KDRT (kekerasan dalam ruaangan ternak) oleh para seniornya. dan ternyata ( loh kok ternyata lagi ?) oknum senior pada tindak kriminal ini tak lain tak bukan adalah Trio ayam jago ( tora sudiro, surya saputra, dan ibrahim movik). oleh karenanya si tomi pun dilarikan ke kandang viv, yang biasa digunakan sebagai rehabilitasi bagi ayam yang sakit.
hingga suatu pagi, si tomi mengalami masa kritis. " bos kayaknya nih, aye gak kuat lagi....." ujar sang tomi, " tidaaaaaakkkk" ( loh kok kayak telenovela). maka dilangsungkan lah prosesi pemakaman. pertama-tama tu makhluk dimandikan dengan minyak tanah, laju ditusk-tusuk agar minyak dapat meresap (loh apa maksutnya ?). langkah selanjutnya sang mayat dikafani dengan kertas dan koran bekas, dan dilempar dengan indahnya ke liang yang sebelumnya sudah digali. sebatang korek dilempar dan api pun berkobar dengan goyangan yang indah. helai demi helai kertas dan sampah kering lainnya berjatuhan (di jatuhkan) ke kobaran api. para penonton pun antusias ikut dalam acara spektakuler ini.
Dua tahun kemudian Trio ayam jago pun di evaluasi ( eh maksutnya eksekusi ) dan berakhir dalam lambung gagak sekeluarga

nasehat pada cerita ini adalah, korban dan pelaku kriminal akan mengalami nasip yang tragis di akhir cerita. karena itu , dari pada berantam lebih baik menjalin hubungan silaturahmi ( eh apa hubungannya ya)

Senin, 28 Juli 2008

kisah cinta sang gagak

ini terjadi saat gagak (selanjutnya bisa juga di panggil lim) masih berada di bangku SMP. mahluk yang satu ini ternyata sudah mulai bisa jatuh cinta, jujur saja itu target ( angap saja namanya sang bangau) tidak lah begitu cantik, tidak juga pintar, yang sedang sedang saja. namun apalah dikata , cinta hanya dihati saja.

suatu hari, saat mentari menyengat dengan begitu panasnya, dan gagak berterbanggan dari dahan yang satu ke dahan yang lain. tak disangka tak diduga, sang gagak terpleset ketika hinggap di suatu dahan. dan " meouwww (aduh)" ternyata menabrak si kucing ( bukan nama sebenarnya, hanya sering dipanggil begitu, memang sih cewe cantik ini suka makan segala yang bernama ikan termasuk ikan asin). " ahkkk... ahkkk (suara gagak yang artinya corry cing)" balas ku, ketika melihat mata tu kucing berkaca-kaca. sejak saat itu menyebar lah gosip " gagak suka kucing", namun kami berdua tak mempedulikannya.

hingga pada suatu musim, si kucing sakit ( karna demam ) , dan aku tak mengetahuinya. tampa diduga sang bangau terbang menghampiriku, wah ada apa nih. " lim loe gak jenguk si kucing" sapa bangau. " ha, apa!?????" untuk beberapa saat aku masih berpikir. sang bangau menepuk pundak ku dan berkata dengan riang nya" loe kan pacarnya si kucing, masak gak dijenguk tuh si belahan hati" dan dia pun berlalu begitu saja. akibatnya sang gagak hanya dapat diam reribu bahasa ( baik bahasa hewan maupun bahasa manusia).

jadi intinya : kalo loe suka pada tuh cewe, langsung bilang saja. jangan sampe tu cewe termakaan gosip yang tidak benar.

peta tamuku

Powered By Blogger