Imagine there's no your girl, so it's happy if you try


Rabu, 01 Juli 2009

O mon coeur culte

pourquoi ne pas accepter mon amour
pourquoi vous ignorez mes sentiments
peut ton cœur a été gelé
vous ne payez pas attention à moi-même
essayer

Pak A.Aladin

ssssnggttttt!
demikianlah kiranya desis storing dari spiker tua berbentuk corong tersebut, ketika imam jum'ad mengucapkan salam di akhir raka'at kedua. Memang ini sudah biasa (terbiasa) mengusik telingaku. walau begitu hari ini lain bari biasanya, karena perutku melilit mengikuti nada ajaib ini. Bagaimana tidak, sang Khatib jum'ad itu telah menyita waktu makanku dengan ceramahnya yang lebih dari dari 1 jam.begitu keluar mesjid, sang gagak pun terbang secepat kilat (apalagi kalau bukan kesarang nya). sesaat setelah bertengger nyaman di sarang, aku langsung menyambar semua hidangan, berpakaian seragam, & terbang lagi ke sekolah (biaasalah bung, kelas satu harus and wajib masuk siang) .
nah inilah masalahnya.di sekolahku ini ada makhluk yang sudah lama menjadi tokoh antagonis. tak lain tak bukan sang wakil kepala sekolah lord sir A.Aladin.SAg ( mulai sekarang panggil saja Sir aladin ). "hei kamu tak boleh masuk kelas, ayo cepat ikut saya kekantor" hardik sir aladin, aku pun menuruti perintah. wah ternyata si ular juga telambat. "he bung, napa ente telat?" bisik sang gagak. "biasa coi, asik baca komik bujang hanam ( maaf kitab ini sama sekali tidak boleh di baca anak di bawah umur)" balas ular yang juga berbisik."he...! diam kalian!" lagi lagi sir aladin membentak kami " lim, wan (nama ular), apa alasan kalian.maka kami mulai membela diri dengan berbagai alasan. namun pada kasus ini justru hanya aku yang mendapat hukuman dari sang guru, pasalnya lord sir A.Aladin tak percaya pada semua ceritaku. bodohnya ia percaya cerita diarenya ular.
belatung nagka.
namun 3 tahun kemudian aku baru tahu makhluk ini ternyata menaruh dendam pada bapakku.( ini akan ku ceritakan lain kali)

Selasa, 30 Juni 2009

Lanun


biarkan tabuh ini mendetak
mesti lara menabur benih luka
dan surya meneteskan senyum jingga
di riak telaga nanah

oh bunda ...
kau nyanyikan tembang duka
balut simponi cita

merasuk tiap detak jantungku
antara darah dan limpa

memenuhi hatiku
antara wajah wanita cantik lainnya

untuk tambur yang kau tabuh
tenggelamkan semua kapal mereka
robek semua bendera itu
saat ku tancapkan panjimu

Jumat, 26 Juni 2009

Fire dance



yaa ... ha!
réunira de nouveau à l'événement, nous
spectacle la danse est très chaud ...

peu à peu
pigeon gris commencer
douloureux deuil
des milliers d'aveugles

la blonde tease
ondulation arrondi
perturber les charpentiers Threnody
subduct stade de chaleur

voir dansé
souple waff
culte lécher
maître de rugu
bossu noir ... ?

Minggu, 21 Juni 2009

soza mania

nyayikan soza pada
yang menari menyambut hujan
nyayikan soza pada
yang sediri tampa sepi
nyayikan soza pada
yang mengerti hentakan ini

mesti
temggelam mentari
muntahkan jinga
antara senyum sinis sang peri
nan tak seindah ujung mata

oh.. biru
bila tangis bagian nasipmu
hentakan lara nadamu
soza bukan bagian mu

soza hanya segumpal asap ini
bagai rindu yang diisap pecandunya
pemilik sepi di ujung jingga
dan berdiri tegar
menyambut sang bunda malam

bunda malam
pelan
pelan
telan
telan
sang peri

Senin, 08 Juni 2009

dia menyapaku

ahad itu
langit masih meratap
sembunyikan sang surya
dalam kelam awannya
entah marah entah sedih
aku tak mengerti akan dirinya

sedikit demi sedikit
ku seret tungkai- tungkai hina
menuju nadir
turuni tangga-tangga mimpi

secercah cahanya disana
masa lalu ku
sejenak beranjak kesana

gemercik pecahkan langkahku
dua mata itu seperti dulu
menyapa diriku
hai salim (itu nama ku)

inikah permata hatiku
atas lumpur sedih
bersimbah lara duka
memeluk tanganku
hangat

sesuatu merasuki
mengalir dan merobek nadi
rampas jiwa dari raga
sisakan senyum beku

lim, are you ok?

namun...
aku masih membisu
menatap indahnya
sayap-sayap itu

oh...
aku ingin selalu disini
walaupun tak akan bisa
selamanya

Jumat, 29 Mei 2009

sebuah kisah

kawan
jikalau sudi kiranya dikau denagar
sepenggal hikayat usang
kayu sebatang

sepotong waru
kering merekah tua
lunglai halau terik
tlah hisap wanginya
sirna

deru napas membelai ranting itu
peluhnya mengukur laju
mengayuh detik demi detik
penat besarkan tunas manja

mesti ia tak pernah ragu
walau mereka tak meniru
tetap ia nyanyikan semua
walau takseindah semula

batas penghujung masa
mesti ia tak pernah merasa
waktu akan menghanyutkannya
hilang tiada tara

dan... mereka
tunas-tunas manja
di bawah jingga
lupa

akhirnya
ku hanya bilang
ini sebuah kisah
ku pun tak peduli
karna musim akan berganti

namun
terkadang, rasa itu datang
menusuk, sepi jiwa busuk
kembali, toreh luka hati

Rabu, 20 Mei 2009

При движении ( bila terjadi )

( dibawah ini adalah puisi dalam bahasa serbia )
Небо еще черное облако палубе
Я до сих пор беспокоит, когда придет время
Тяжелый ... ветер ... циклончик обходное
Все ... закончится, когда

Болото грязи
Боль не прошла
Если в летнее солнце уже не жало
Что это .... конец
Место основе

Мы можем быть ранены
Или мертвым
Но никогда не виноваты жизни

Подготовка сердца
Подготовка души
Выше всего, что может случиться

Мусора мусора оставшегося
Протирайте синих волн проникать в землю
Печень ломтик

Когда рассвет будет светить
И раскаленный свет миру снова

Мы можем быть ранены
Или мертвым
Но никогда не виноваты жизни

Подготовка сердца
Подготовка души
Выше всего, что может случиться

Rabu, 06 Mei 2009

Soza

soza
berhentilah menangis
kereta lah dipuncak
lihat iaterbit
walaw jingga itu semu...

karna soza bukan hentakan
perangkul sepi

peta tamuku

Powered By Blogger