halaman
Imagine there's no your girl, so it's happy if you try
Jumat, 11 Maret 2011
Dust no tsuki new versi
Syahdan bermula ketika seorang pemuda bangun dari tidurnya, dan sedikit demi sedikit meningkatkan kesedaran. Ini bukan tidur tapi pengsan, pikirnya. Bahkan ia tidak tahu kapan ia mulai tidur, bahawa ia tahu hari sudah larut malam dan sangat lapar pula perutnya. Dia keluar dari bilik kosnya, mencari apa saja yang dapat menahan pemberontakkan perutnya.
Langkah demi langkah ia menelusuri gank nya jalan-jalan kecil tujukan jalan raya. Kadang-kadang angin dingin bertiup dari selatan gank berlumpur, tetapi hal itu tidak menghalang semua langkah untuk menutup rasa lapar, untuk sepiring nasi goreng dan segelas teh tarik. Sampai dia melewati tanah kosong berupa rawa yang ditumbuhi semacam talas dan pelbagai bayam air. Hari hari ia sering melewati tanah kosong tersebut, tapi tidak malam. Geologi lahan kosong diapit sebuah rumah kosong dan gudang milik cik Leman yang mati di bunuh perompak minggu sebelumnya, dan meninggalkan semua warisan, termasuk tanah kosong kepada anaknya yang bekerja di sebuah company Japang pada mounten view, Amerika Syarikat .
Berbeza dengan geologi, mitos tanah digunakan adalah dianggap sebagai sarang hantu yang kemudian diambil alih oleh seseorang tentra bernama japang aribeki hiyoshimaru yang kemudian berganti nama menjadi haji Yoesoef ibrahim (ayah haji Moestafa Soelaiman / cik Leman). Dan tanah kosong kabarnya masih menghantui sampai masa keluarga Leman tidak berani membina di tengahnya.
Tentu saja hal ini membuat budak itu sedikit gentar saat melewatinya, sehingga mempercepat kelajuan. jantungnya berdebur laju ketika tiba-tiba dia mendengar langkah mengejar, dan menangkap bahunya. Dia pasti pengsan jika tidak mendengar "oi bujang dompetmu jatuh!". O. .. hanya seorang datuk.
"Terima kasih Pak Long" katanya dan ia pergi dengan lega. Tapi setelah beberapa langkah dia sedar, datuk ini mungkin memerlukan bantuan, sampai keluar di tengah malam seperti dia. Tapi ketika ia melihat kembali, tidak ada orang yang lain ...
Selasa, 25 Januari 2011
Mati sendiri
(nama, tempat, kejadian, dan waktu hanya rekayasa semata, kesamaan bukan lah tanggungjawab penulis)
23 Januari 2008
Pagi itu, entah mengapa angin terasa lebih dingin dari pada biasanya. Seakan akan menghipnotis dan merayu bujang bujang hingga mereka takmau melepas kemesraan bersama selimut selimut jelita yang menggoda mereka dengan mimpi mimpi indah. Begitu pula halnya dengan Fiad, pemuda itu tersentak dari rayuan angin surganya.
" ala mak, terlambat kiranya aku ni!!!!" gunyamnya seraya bergegas mengganti pakaiyannya.
Tak cukup waktu lama ia telah mengenakan celana sampai kaos oblongnya, tak lama kemudian iapun berlari ke arah motornya setelah memungut rompi reflektor dan helm sefety kuning yang baru saja ia terima kemarin, yang ia terima kemarin saat ia menandatangani surat kontrak kerja sebagai blast hand di sebuah contraktor peledakan. "Jangan lupanya, saudara sekalian besok kami jemput di halte simpang kacang pagi, jam setengah enam!" kata kata itu seakan terus bergema di setiap sisi didalam rongga kepalanya
bagaikan dikejar setan dia menyeret dan menggas motor sogun karatannya. dari tikungan sampai tikungan selanjutnya ia lewati tampa sedetik pun ia menurunkan kenurunkan kecepatan motor bututnya. hingga sampai di jembatan jepang. jembatan tua tersebut sebenarnya sama sekali tak bernama, cuma karena jembatan tersebut selesai di masa penjajahan jepang, maka bernama pula lah akhirnya jembatan itu. namun kononnya disana pula lah tepat serdadu nipon mencelup para pejuang ekstrimis bangsa kita. maka tak mengherankan bila kisah kisah berbau mistik selalu menghiasi jembatan bercat putih tersebut. namun Fiad tetap tak peduli pada puluhan cerita hantu tersebut, dan tetap melaju dengan kecepatan penuh.
ketika ia telah sampai di tengah jembatan tersebut, tiba tiba saja sebuah cahaya melaju kencang ke arahnya. tersentak iapun reflek stang motornya ke kiri. namun hal itu membuat motornya terpelanting ke tepi jembatan. pertama tama ia menghantam pilar baja penyangga jembatan, lalu terpelanting lagi hingga jatuh ke sungai, dan tersangkut di tiang jebatan tersebut.
darahnya tak berhenti mengalir dari pahanya yang robek, begitu pula dengan luka di kepalanya, darahnya seakan tak pernah kering, karena langsung larut bersama air sungai. ia pun berteriak minta tolong, panik mengharap ada yang mendengarkannya. namun akhirnya ia pun melemah, kesadarannya pelan pelan hilang, iapun hanyut dan tak pernah ditemukan.Senin, 28 Juli 2008
kisah cinta sang gagak
suatu hari, saat mentari menyengat dengan begitu panasnya, dan gagak berterbanggan dari dahan yang satu ke dahan yang lain. tak disangka tak diduga, sang gagak terpleset ketika hinggap di suatu dahan. dan " meouwww (aduh)" ternyata menabrak si kucing ( bukan nama sebenarnya, hanya sering dipanggil begitu, memang sih cewe cantik ini suka makan segala yang bernama ikan termasuk ikan asin). " ahkkk... ahkkk (suara gagak yang artinya corry cing)" balas ku, ketika melihat mata tu kucing berkaca-kaca. sejak saat itu menyebar lah gosip " gagak suka kucing", namun kami berdua tak mempedulikannya.
hingga pada suatu musim, si kucing sakit ( karna demam ) , dan aku tak mengetahuinya. tampa diduga sang bangau terbang menghampiriku, wah ada apa nih. " lim loe gak jenguk si kucing" sapa bangau. " ha, apa!?????" untuk beberapa saat aku masih berpikir. sang bangau menepuk pundak ku dan berkata dengan riang nya" loe kan pacarnya si kucing, masak gak dijenguk tuh si belahan hati" dan dia pun berlalu begitu saja. akibatnya sang gagak hanya dapat diam reribu bahasa ( baik bahasa hewan maupun bahasa manusia).
jadi intinya : kalo loe suka pada tuh cewe, langsung bilang saja. jangan sampe tu cewe termakaan gosip yang tidak benar.
