Imagine there's no your girl, so it's happy if you try


Tampilkan postingan dengan label kita belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kita belajar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2013

Pencegahan Human Eror Pada Sistem NONEL

Beberapa perusahaan pertambangan yang melakukan peledakan untuk menghasilkan fragmentasi batuan overburden, dan menggunakan Nonel sebagai inisiasi systemnya tentu tidak asing dengan istilah misfire. Hal ini berhubungan dengan system Nonel yang tidak mempunyai kontrol terhadap misfire kecuali dengan melakukan penyambungan secara benar dan final check dengan teliti. Dengan kata lain, proses kontrol dilakukan secara fisik oleh seorang juru ledak.

Berbeda bila menggunakan system elektrik ataupun system dengan teknologi muktahir yakni elektronik, misfire dengan mudah dapat dicegah bahkan sebelum blasting mechine ditekan. Kedua system ini memiliki alat untuk mendeteksi apakah sambungan antara surface delay dengan surface delay atau dengan inhole delay telah tersambung dengan benar. Jadi, pada kedua metode ini, misfire yang disebabkan oleh human error – tidak tersambung- bisa dicegah sedini mungkin. Adapun bila misfire terjadi pada system ini, boleh jadi dikarenakan oleh hal lain, seperti kegagalan detonator, atau terjadinya kerusakan (putus) setelah pengecekan atau analisa akhir dilakukan.


Mengapa misfire harus dicegah? Misfire yang terjadi mengakibatkan dua hal penting. Pertama berhubungan dengan keselamatan kerja, misfire sangat berbahaya bila terjadi dan tidak diketahui, apalagi bila misfire tidak ditemukan. Bahayanya adalah apabila Nonel, detonator, atau booster terkena oleh alat gali, atau dozer yang mungkin tengah bekerja di lokasi hasil suatu peledakan. Tentu saja fatality dan kerusakan berat pada alat adalah potensi paling tinggi bila lubang misfire meledak dengan sendirinya akibat gesekan, hantaman dari bucket atau blade alat berat tersebut.


Kedua adalah proses loss -kehilangan waktu produktif-, karena dengan terjadinya misfire maka alat-alat produksi harus tetap berhenti bekerja menunggu proses hingga juru ledak dapat mengontrol lubang-lubang misfire tersebut. Keputusan untuk penembakan kedua pada lubang-lubang misfire, tentu semakin menambah hilangnya waktu produksi. Dan bila dihitung, maka dalam semingu, satu bulan, atau setahun, maka kehilangan waktu tidaklah sedikit jumlahnya.

Beberapa tambang-tambang di Indoensia ataupun Australia, masih menggunakan metode yang biasa disebut final check. Metode ini adalah proses pengecekan sambungan antara inhole delay dan surface delay sebelum penembakan (firing) dilakukan. Final check dilakukan oleh satu orang atau lebih, dilakukan dengan berjalan dari baris pertama hingga baris terakhir, mengamati sambungan secara satu persatu. Cara ini cukup effektif bila pelakunya mengerjakannya dengan tenang, teliti, dan benar. Karena kelalaian dalam mengamati sambungan akan berakibat misfire. Juga cara ini cukup efektif bila dilakukan pada jumlah sambungan atau jumlah lubang yang tidak terlalu banyak (100 – 300 lubang). Bagaimana bila lubang ledak berjumlah lebih dari 600 lubang atau lebih?

Data misfire yang disebabkan oleh kegagalan sambungan (unconnected human error) di tambang batubara terbesar di Kaltim menunjukan: pada tahun 2005 telah terjadi 8 kali misfire dari sekitar 400.000 sambungan (1:50.000) dan akhir Agustus 2006 terjadi 9 kali misfire dari 350.000 sambungan (1:38.888). Data misfire ini relatif bagus bahkan bila dibandingkan dengan tambang-tambang di luar negeri yang menggunakan Nonel system yang sama.

Namun demikian hasil continous improvement menunjukan bahwa misfire akibat kegagalan sambungan masih bisa diperkecil atau bahkan ditiadakan. Metode baru pun telah dibuat dan diterapkan sejak September 2006 di tambang tersebut. Metode ini tidak berbeda dengan metode sebelumnya, hanya prinsipnya saja yang berubah.

Pertama, pengecekan sambungan dilakukan oleh orang yang melakukan penyambungan itu sendiri. Tidak dibebankan kepada orang yang melakukan final check seperti pada metode sebelumnya. Konsekuensinya, orang yang melakukan penyambungan haruslah seorang juru ledak yang kompeten dan bertanggungjawab penuh terhadap sambungan yang dibuatnya. Sambungan harus 100% benar sebelum ia melanjutkan untuk menyambung pada lubang berikutnya.

Kedua, memberi tanda pada sambungan sebagai identifikasi bahwa sambungan telah dilakukan dengan benar dan agar mudah dikenali siapa yang melakukannya. Tanda ini meggunakan pita warna. Bila ada tiga orang yang melakukan penyambungan, maka digunakan pita dengan warna berbeda untuk masing-masing orang. Ini sangat membantu pada proses investigasi bila misfire terjadi. Akan mudah diketahui siapa yang melakukan penyambungan di lubang tersebut. Jelas ini berbeda dengan metoda sebelumnya dimana tidak mudah untuk mengetahui siapa yang melakukan sambungan sebelumnya bila misfire terjadi.

Ketiga, final check dengan hanya melihat pita warna pada sambungan dan meletakkan pita warna yg berbeda pada lubang yang telah dilewatinya sebagai tanda bahwa orang kedua telah melihat lubang tersebut telah disambung. Keuntungannya adalah juru ledak dapat melakukan final check dengan cepat dan mudah. Bila juru ledak melihat lubang tanpa pita warna, berarti sambungan belum ada dan dia bisa melakukan sambungan pada lubang tersebut. Oleh karena itu, berapapun jumlah lubang yang akan diledakan, juru ledak akan dengan mudah melakukan final check tanpa terjadi dua kali atau lebih pengecekan pada satu lubang ledak. Misfire yang terjadipun dapat dengan mudah dideteksi siapa pelaku penyambungan dan dengan demikian mudah pula untuk melakukan langkah-langkah perbaikan, baik terhadap pelaku ataupun system itu sendiri.

Note: Pernah dimuat di Majalah Tambang tahun 2006

Jumat, 03 Agustus 2012

Seni Perang Minangkabau ( Perang Padri )


Sun Tzu adalah seorang ahli strategi militer terkenal bangsa Cina yang menulis buku “The Art of War”, sebuah buku mengenai strategi militer klasik yang dapat diaplikasikan dalam banyak bidang mulai dari bisnis hingga pemasaran. Di Minangkabau juga terdapat sebuah buku tentang strategi militer yang mengajarkan kepada pasukan Belanda cara berperang lebih baik dalam melawan orang-orang Minang yang menjadi buku wajib untuk dibaca perwira-perwira Belanda yang ditugaskan ke Sumatera Barat.

Kapten Hendriks menulis dalam catatan-catatannya yang kemudian diterbitkan dalam sebuah buku “Berperang di Sumatera” pada tahun 1881. Buku itu merupakan petunjuk-petunjuk bagaimana berperang di Minangkabau berdasarkan banyak kekalahan dan pengalaman pahit Belanda dimasa lalu.

Belanda boleh jadi sangat paham dalam berperang di Jawa namun karakteristik orang Jawa dalam berperang sangatlah berbeda dengan orang Minangkabau demikian juga dalam pengetahuan tentang peralatan perang. Pasukan Jawa lebih banyak mengandalkan mobilitas yang tinggi dan besarnya pasukan sehingga perang-perang di tanah Jawa lebih banyak dihabiskan Belanda untuk mengejar musuh.

Orang-orang Minang sangat ahli dalam perang benteng hingga lebih senang bertahan dalam benteng-benteng dan memanfaatkan keadaan alam sebagai pertahanan. Orang-orang Minang jarang sekali menyerang pasukan Belanda dilapangan terbuka, mereka biasanya menyerang saat pasukan Belanda sedang dalam barisan dan mereka juga biasa untuk bertahan sampai mati walaupun memiliki kesempatan untuk melarikan diri.

Senjata yang biasa dipakai oleh rakyat Minangkabau adalah senapan, keris, kelewang, tombak dan sumpit (tidak pernah memakai anak panah yang beracun, yang dipakai adalah getah aren yang akan membuat luka menjadi sakit seperti terbakar). Rakyat Minangkabau memakai ranjau dari bambu-bambu yang sangat runcing untuk dipasang dijalan yang diduga akan dilalui musuh. Tetapi sistem pertahanan yang terpenting adalah pagar-pagar yang terdiri dari bambu berduri panjang yang ditanam sangat rapat sehingga mereka dapat mengamati gerak musuh tanpa terlihat. Pohon bambu berduri ini bila sudah berumur empat tahun akan menjadi hutan berduri panjang yang mustahil untuk ditembus, namanya adalah bambu aur.

Hendriks juga menulis agar pasukan Belanda jangan sekali-kali mengejar musuh yang sedang melarikan diri dari Benteng mereka karena kebanyakan ini adalah jebakan, dimana sebuah pasukan yang lain telah disiapkan menunggu dan bersembunyi dalam semak, bebatuan maupun perbukitan. Bila sebuah daerah telah kalah, mereka juga jarang menyerahkan diri, biasanya mereka bertahan dihutan hingga berbulan-bulan dan menyerang transportasi logistik pasukan Belanda dimalam hari.

Sebuah catatan yang dimuat dalam “Berperang di Sumatera” ini adalah tentang kehebatan orang – orang Padri yang hanya dengan pasukan berkekuatan 30 orang mampu memukul mundur pasukan Belanda yang berjumlah 2000 serdadu.

Pada peperangan dengan Pauh didiskripsikan bahwa kampung Pauh dikelilingi benteng dari tembok batu setebal 5 meter dengan tinggi yang bervariasi antara 3 sampai 5 meter. Seorang letnan Belanda bernama Boelhouwer dalam bukunya “Kenang – kenangan sewaktu di Sumatera Barat tahun 1831 – 1834″ yang diterbitkan di Belanda tahun 1841 melukiskan pertahanan Bonjol sebagai berikut :

“Bonjol terletak diatas bukit berbentuk segi empat panjang yang dipisahkan oleh sebuah sungai dengan aliran yang deras. Tiga sisi Bonjol dikelilingi oleh dinding pertahanan dua lapis setinggi kurang lebih 3 meter. Tembok luar terdiri dari batu-batu besar yang merupakan tembok benteng yang kokoh dengan teknik pembuatan hampir sama seperti benteng-benteng di Eropa. Diantara kedua tembok benteng itu dibuat parit yang dalam dengan lebar 4 meter. Diatas tembok benteng itu ditanami bambu berduri yang sudah hampir berupa hutan duri yang tidak dapat ditembus. Orang-orang Padri menempatkan pengintai dan penembak jitu dibalik bambu berduri ini untuk memantau pergerakan pasukan Belanda. Dibeberapa tempat terlihat meriam-merian kaliber 12 pon dengan pedati beroda kayu tanpa jari-jari untuk mengangkutnya dan didekat meriam tersebut terdapat batu bulat sebagai pengganti peluru. Sungguh mengherankan bagaimana mereka dapat membawa meriam sebesar itu keatas bukit sedangkan kami (maksudnya Belanda) hanya mampu membawa meriam kaliber 3 pon, itupun harus dipereteli. Diluar Bonjol terdapat mesjid berbentuk segi empat yang dibangun tanpa paku dan besi dengan atap terdiri dari 5 lapis yang makin lama makin kecil dan tertutup sirap, bahan yang sama dengan yang dipakai untuk atap gereja – gereja di Eropa dan dapat menampung kurang lebih 3000 orang. Bila ada kemauan, bangsa Minang ini dapat mencapai kemajuan setara dengan Eropa”

Dengan semua kelebihan dan kemampuan yang dimiliki seharusnya mustahil Minangkabau dapat ditaklukkan oleh Belanda. Bangsa Aceh dan tentara kerajaan Majapahitpun gagal untuk menaklukkan Minangkabau. Tetapi sungguh disayangkan bahwa bangsa kita ini tidak pernah juga kekurangan pengkhianat, orang yang berjuang untuk kepentingan pribadi dan sesaat. Belanda sangat berhasil memelihara sifat bangsa kita yang bobrok seperti gampang dibeli, mudah dihasut, senang dibodohi, senang disogok dan disuap. Mereka juga cukup berhasil dalam memperalat adat dan mengikis demokrasi di Minang dengan memperkenalkan budaya aristokrasi.

Sangat disayangkan juga bahwa belum ada satupun buku tentang penjajahan Belanda yang mendalam, bila ada akan segera terlihat bahwa Belanda adalah bangsa yang hebat dalam membodohi bangsa lain dan suatu tantangan bagi ahli sejarah untuk membuat buku seperti itu sebagai cermin menghindari kesalahan – kesalahan dimasa lalu untuk kepentingan dimasa depan.


 Benteng Bonjol
Sumber gambar : Tijschrift voor Nederlands Indie 1839

Reference:
Hendriks, Oorlogvoeren op Sumatera, Indische Militair Tijdschrift, 1881.

Rusli Amrin, Sumatera Barat hingga Plakat Panjang, Penerbit Sinar Harapan.

Rusli Amran, Padang Riwayatmu Dulu, 1988, Cetakan Kedua, Penerbit CV. Yasaguna.

Sumber : http://mozaikminang.wordpress.com/ , Wikipedia

Sabtu, 02 Juni 2012

Nitrogliserin Sang Dinamit


Nitrogliserin (bahasa Inggris: Nitroglycerin) pertama kali ditemukan pada tahun 1846 oleh Ascanio Sobrero (lahir di Casale Monferrato, 12 Oktober 1812 – meninggal di Torino, 26 Mei 1888 pada umur 75 tahun) ialah kimiawan Italia yang menemukan nitrogliserin pada 1847 selama bekerja di bawah Théophile-Jules Pelouze( kimiawan Perancis lahir 26 Februari 1807 – meninggal di Paris, 31 Mei 1867 pada umur 60 tahun) ) di Universitas Torino ( Italia ), yang telah bekerja pada bahan peledak dari nitroselulosa.

Awalnya ia menyebut penemuannya "pirogliserin", dan memperingatkan dengan penuh semangat terhadap penggunaannya dalam surat pribadinya dan artikel majalah, menetapkan bahwa itu sungguh berbahaya dan tak mungkin dipergunakan.Nitrogliserin juga dikenal sebagai trinitrogliserin dan glyceryl trinitrate, adalah sebuah senyawa kimia, cairan peledak yang berat, tak berwarna, beracun, berminyak, dan diperoleh dari menitratkan glycerol. Dia juga digunakan dalam medis sebagai vasodilator untuk merawat kondisi jantung. Dia berwarna kuning ketika dia decompose karena pH berasam.
 
Tetapi baru tahun 1860-an nitrogliserin mulai digunakan sebagai bahan peledak ketika Immanuel dan Alfred Nobel ( rekan kerja Sobrero saat di Universitas Torino ) berhasil mengembangkan metode mengenai penggunaan nitrogliserin sebagai bahan peledak dengan cukup aman. Tahun-tahun berikutnya Alfred Nobel berhasil mengembangkan bahan peledak nitrogliserin yang lebih maju, seperti dinamit pada tahun 1868.

Campuran nitrogliserin dan nitroselulosa merupakan bahan yang umum digunakan dalam industri bahan peledak. Sampai saat ini kebutuhan bahan peledak masih diperoleh dari luar negeri termasuk nitrogliserin yang merupakan bahan dasar utama dalam pembuatan propelan( suatu bahan bakar yang proses pembakarannya tidak memerlukan udara (oksigen)) jenis double base. Nitrogliserin dapat dihasilkan melalui proses nitrasi pada kondisi tertentu dengan menggunakan campuran asam nitrat dan asam sulfat. Asam-asam tersebut pada saat ini telah dapat diproduksi di dalam negeri begitu pula gliserinnya. Dewasa merupakan hasil samping pada industri sabun telah dapat diperoleh dengan kadar 85-99,5 %.

Sabtu, 14 Januari 2012

Contoh Soal Kursus Juru Ledak

PETUNJUK: Bacalah soal-soal berikut ini dengan teliti dan berilah tanda silang pada jawaban yang Anda benar.
Contoh soal : Nonel adalah kependekan dari:
Non Electric
Non Electronic
Non Elimination
Non Electrode

Jawaban: A B C D  Tanpa Perbaikan
A B C D  Ada perbaikan

________________________________________________________________

1. Bahan Peledak merupakan bahan yang sangat berbahaya karena hasil reaksinya menimbulkan:
A. Suara ledakan yang sangat keras
B. Efek panas yang tinggi dan tekanan yang tinggi pula sehingga mampu melemparkan batuan sampai jarak yang cukup jauh.
C. Getaran yang hebat sampai pada radius jarak tertentu dari sumber ledak,
D. Semua jawaban benar


2. Reaksi peledakan terjadi secara bertahap dan dalam waktu yang sangat singkat dengan urutan sebagai berikut:
A. Panas, deflagrasi, ledakan, detonasi
B. Panas, detonasi, deflagrasi¬
C. Terbakar, meledak
D. Terbakar, meledak, merambat


3. Reaksi bahan peledak yang memiliki tekanan dan panas sangat tinggi dalam waktu yang sangat singkat terjadi karena:
A. Berada di dalam ruang yang tertutup
B. Bahan peledak mengandung bahan yang sangat reaktif dan tidak stabil
C. Berada dalam ruang tertutup dan pengaruh kecepatan reaksi yang sangat tinggi
D. Mengandung unsur oksigen sebagai bahan pemicu ledakan


4. Tanda tanda kerusakan bahan peledak dapat berupa:
A. Kristalisasi
B. Penambahan viskositas
C. Penambahan densitas
D. Semua benar


5. Bahan peledak "emulite" menghasilkan energi 4,1 MJ/kg dengan densitas 1.2 gr/cc; ANFO = 3,7 MJ/kg dengan densitas 0,82 gr/cc.
A. RWS EMULITE = 90,2; RBS EMULITE = 62
B. RWS EMULITE = 90,2; RBS EMULITE = 76
C. RWS EMULITE = 111; RBS EMULITE = 162
D. RWS EMULITE = 111; RBS EMULITE = 132




6. Agar diperoleh zero oxygen balance sehingga kekuatan ledakannya sempurna, maka perbandingan berat antara ammonium nitrat dengan solar atau minyak disel adalah:
A. 95% : 5%
B. 94,3% : 5,7%
C. 7% : 94,3%
D. 5% : 95%


7. Untuk memperoleh ANFO 1200 kg, berapa banyak AN dan FO yang harus dicampur
A. FO = 1131,6 kg; AN = 85,5 liter
B. AN = 1131,6 liter; FO = 35,5 kg
C. AN = 1131,6 kg; FO = 85,5 liter
D. AN = 1131,6 kg; FO = 85,5 kg


8. Slurry atau watergel adalah jenis bahan peledak yang peka terhadap detonator, apabila:
zat pemekanya TNT atau nitrostarch
zat pemekanya emulsi
Zat sensitizer alumunium
Zat sensitizer belerang


9. Penambahan zat pewarna, misalnya “oker”, pada campuran ANFO bermanfaat untuk
A. meningkatkan sensitivitas
B. memperlihatkan homogenitas campuran
C. menambah densitas ANFO
D. mempermudah peembakaran


10. Bahan peledak heavy ANFO mempunyai keunggulan khusus dibanding emulsi, antara lain yaitu:
A. kecepatan detonasi lebih besar
B. sensitivitasnya lebih baik
C. ketahanan terhadap air sangat baik
D. energi dapat disesuaikan dengan kekuatan batuan


11. Bahan peledak berbasis NG memiliki kekuatan yang tinggi, namun memiliki kelemahan diantaranya adalah
A. sangat peka terhadap gesekan
B. membuat kepala pusing
C. tidak dapat digunakan pada suhu udara yang tinggi
D. semua jawaban benar


12. Secara normal detonator meledak disebabkan oleh adanya:
A. ledakan awal
B. efek panas
C. getaran yang hebat
D. semua jawaban benar


13. Kekuatan suatu detonator ditentukan oleh¬ berat
A. isian utama
B. isian dasar dan utama
C. isian total detonator
D. isian dasar

14. Detonator nomor 8 adalah detonator yang sering dipakai pada peledakan penambangan bahan galian, sebab¬:
A. energi isian utama cukup untuk menginisiasi primer
B. detonator nomor 6 tidak bisa digunakan untuk penambangan
C. energi isian dasar bisa menginisiasi primer
D. harqanya lebih murah


15. Menangani detonator biasa harus ekstra hati-hati dibanding dengan detonator listrik dan nonel agar tidak kehilangan kekuatan ledaknya, sebab:
A. Inisiasinya dengan pembakaran
B. Salah satu ujungnva terbuka dan harus disambung dulu dengan safety fuse
C. Muatan isian dasarnya sangai sedikit
D. salah satu ujungnya terbuka sehingga ada kemungkinan uap air bisa masuk kedalam detonator


16. Dibanding detonator biasa, detonator listrik mempunyai keunggulan dengan adanya waktu tunda. Apa yang menyebabkan terjadinya penundaan setelah ada inisiasi?
A. Adanya elemen tunda yang terbuat dari logam atau bahan peledak lemah.
B. Adanya isian utama yang peka.
C. Adanya isian dasar yang sangat tinggi VoD-nya
D. Adanya fusehead yang menimbulkan pijar.


17. Penyambungan rangkaian peledakan nonel ke-alat pemicu starter nonel akan dihubungkan oleh¬:
A. kawat listrik
B. lead in line
C. safety fuse
D. detonating cord


18. Sumbu nonel diaktifasi atau diinisiasi oleh benturan kejut yang hebat dari
A. detonator biasa atau detonator listrik
B. starter nonel atau shotfire
C. detonating cord 5 gr/m
D. semua benar


19. Bila jumlah waktu tunda rangkaian detonator nonel di dalam lubang ledak (inhole delay) 10.000 ms, maka waktu tunda di permukaan harus¬
A. lebih besar 10.000 ms
B. sama dengan 10.000 ms
C. lebih kecil dari 10.000 ms
D. lebih besar atau lebih kecil dari 10.000 ms


20. Kecepatan reaksi blackpowder hanya sekitar 100 detik per meter atau 60 cm/menit, sehingga tergolong pada low explosive. Apakah jenis reaksinya?
A. Detonasi
B. Transmisi
C. Deflagrasi
D. Explode




21. Rangkalan peledakan memakal sumbu ledak atau detonating cord kekuatannya tergantung, jumlah PETN di dalam sumbunya. Bila digunakan sebagai in hole atau downline berapa berat maksimum PETN yang disarankan.
A. 5 gr/m
B. 10 gr/m
C. 20 gr/m
D. 40 gr/m


22. Apa persyaratan yang paling penting dalam menyambung sumbu nonel atau sumbu ledak antar lubang digunakan blok MS Connector:
A. Sumbu ledak dan nonel harus diikat kuat
B. sumbu ledak dan nonel harus saling menyentuh
C. sumbu ledak harus betul betul menyentuh detonator dalam blok MSConnector
D. Sumbu ledak dilkat pada blok MS Connector


23. Dalam alat pemicu peledakan listrik diperlukan waktu untuk mengisi atau mengumpulkan arus pada kondensator listrik, mengapa:
A. Untuk memperoleh kuat arus yang cukup bagi rangkaian
B. Untuk pemanasan alat pemicu ledak
C. Memperoleh power yang cukup untuk mengatasi tahanan rangkaian
D. Mengikuti prosedur darl pabrik pernbuat alat pemicu ledak


24. Apa yang menyebabkan alat pemicu nonel dapat menginisiasi sumbu nonel?
A. Adanya shot shell primer yang dipasang di dalam shotgun shl 111 primer yana_ :dii)a ,ang di dalam shotgun
B. Adanya impact yang menghasilkan gelombang kejut
C. Adanya arus listrik di dalam alat pemicu nonel
D. Karena nonel bermuatan bahan yang reaktif


25. Suatu rangkaian nonel dapat diinisiasi dengan beberapa cara, kecuali
A. Sumbu nonel dihubungkan dengan detonator listrik kemudian diinisiasi blasting machine
B. Sumbu nonel dihubungkan dengan detonator biasa kemudian sumbu api dibakar atau disulut
C. Sumbu nonel diinisiasi oleh shotgun
D. Sumbu Nonel dihubungkan dengan sumbu api.


26. Suatu peledakan menggunakan rangkaian listrik dan setelah dihitung tahanannya 93 ohm. Menurut Anda apablia diukur dengan blastohmeter jarumnya atau angkanya (model digital) menunjuk ke angka berapa?
A. Sama dengan perhitungan dengan tolerasi tidak telalu jauh
B. Lebih kecil dibanding perhitungan
C. Lebih besar dibanding perhitungan
D. Sama persis dengan perhitungan


27. Salah satu cara menginisiasi sumbu ledak adalah dengan
A. Menggunakan detonator listrik
B. Dibakar saja
C. Menggunakan alat pemicu shotgun
D. Semuanya benar




28. Dengan menggunakan pneumatic cartridge charger beberapa keuntungan pengisian lubang handak dapat diraih, kecuali:
A. Proses pengisian lebih cepat dan efektif
B. Tidak perlu pemadatan
C. Dapat digunakan secara efektif pada diameter lubang “besar”
D. Dapat digunakan pada lubang vertical ke atas


29. Bila diminta heavy-ANFO dengan ANFO lebih banyak dibanding emulsi, maka produknya akan dikeluarkan menggunakan
Auger
Pompa
Sebagian Auger dilanjutkan pompa
Dituang begitu saja

30. Kapan sebaiknya peledakan rutin pada tambang terbuka dilaksanakan:
A. Pada waktu yang tetap dalam seminggu
B. Pada waktu siang hari pada jam istirahat
C. Ketika cuaca tidak mendung dan tidak banyak petir
D. Semua jawaban benar


31. Area yang akan diledakkan harus dibatasi oleh pita pengaman dan yang boleh masuk ke area persiapan peledakan adalah petugas di bawah ini, kecuali:
A. Karyawan
B. Team peledakan
C. Polisi dan inspektur tambang
D. Kepala teknik dan satpam yang bertugas


32 Kedua kawat pada detonator listrik harus diikatkan satu dengan lainnya sebab:
Mengikuti peraturan yang berlaku
Mengantisipasi kemungkinan adanya arus pendek dari listrik statis atau arus liar
Menjawa agar kawat tidak kusut
Agar mudah pengelompokan waktu tundanya


33. Untuk menjaga agar sumbu ledak berfungsi dengan baik, maka :
A. Sumbu harus dalam kondisi kering
B. Ujungnya dipotong miring agar mudah dibakar
C. Ujung-ujungnya dipotong  20 cm lalu ditutup selotip sepanjang 5 cm
D. Ujungnya dipotong menggunakan pisau


34. Pola pengeboran staggered dalam beberapa hal lebih baik dibanding pola rectangular dan square, sebab:
A. Mudah melakukan pengeborannya
B. Dapat mengurangi terbentuknya bongkahan atau boulder
C. Dapat menghilangkan terjadinya batu terbang
D. Dapat mengurangi getaran dan gegaran


35. Dengan menerapkan pola peledakan tunda, keuntungan yang akan diperoleh diantaranya:
A. Akan terbentuk peledakan antar lubang
B. Volume hasil peledakan tambah banyak
C. Vibrasi peledakan kecil
D. Semua jawaban benar

36. Peranan cut pada peledakan untuk membuat bukaan di bawah tanah adalah:
A. Agar lubang ledak tambah besar
B. Mengurangi getaran
C. Agar terbentuk permuka kerja yang relatif rata
D. Membuat bidang bebas yang baru


37. Pada suatu area peledakan overburden telah dirancang dengan burden 5 m dan spasi 6 m, tinggi jenjang 10 m, kedalaman lubang ledak 12 m, stemming 3 m. bila jumlah lubang ledak 100 lubang, maka volume peledakan total adalah:
A. 24000 m3 (bank)
B. 24000 m3 (loose)
C. 30000 m3 (bank)
D. 30000 m3 (loose)


38. Dari hasil penelitian sebelumnya diketahui bahwa factor berai batu andesit tersebut 87%, berapa volume total setelah diledakkan:
A. 44880 m3 (loose)
B. 44880 m3 (bank)
C. 56100 m3 (loose)
D. 56100 m3 (bank)


39. Apabila densitas batu andesit 2,5 ton/m3, hitunglah berat peledakan total
A. 73000 ton
B. 74000 ton
C. 75000 ton
D. 76000 ton


40. Diameter lubang ledak adalah 200 mm dan bahan peledak yang digunakan ANFO yang berdensitas 0,80 gr/cc. Berapa jumlah bahan peledak per meter yang dibutuhkan pada peledakan tersebut:
A. 22 kg/m
B. 25 kg/m
C. 30 kg/m
D. 35 kg/m

S
41. Dari data di atas, berapakah kebutuhan bahan peledak tiap lubang
A. 165 kg
B. 198 kg
C. 225 kg
D. 270 kg


42. Dari data di atas, berapakah kebutuhan bahan peledak total pada rencana peledakan tersebut
A. 16500 kg
B. 19800 kg
C. 22500 kg
D. 27000 kg


43. Berapa PF teoritis pada kondisi di atas:
A. 0,55 kg/m3
B. 0,66 kg/m3
C. 0,70 kg/m3
D. 0,75 kg/m3
44. Formasi batuan overburden tersebut dia atas banyak retakan dan berstruktur kolumner, sehingga hasil pengujian sebelumnya menunjukkan bahwa dengan mematok PF = 0,25 kg/m3 masih optimis diperoleh fragmentasi yang memuaskan. Berapa jumlah bahan peledak total yang harus dikeluarkan dari gudang:
A. 7500 kg
B. 8500 kg
C. 9000 kg
D. 10000 kg


45. Dengan menerapkan pola peledakan tunda, keuntungan yang akan diperoleh diantaranya:
A. Akan terbentuk peledakan antar lubang
B. Volume hasil peledakan tambah banyak
C. Vibrasi peledakan kecil
D. Semua jawaban benar


46. Setiap juru ledak atau petugas yang memasuki gudang penimbunan bahan peledak dilarang membawa korek api, senjata api ataupun memakai sepatu berladam/berlapis besi, karena:
A. barang-barang tersebut dikhawatirkan menimbulkan nyala atau percikan api
B. barang-barang tersebut dikhawatirkan menimbulkan arus listrik liar
C. barang-barang tersebut menimbulkan medan magnit
D. barang-barang tersebut menimbulkan listrik static


47. Lokasi gudang bahan peledak harus:
A. pada jarak yang aman terhadap lingkungan sekitarnya
B. di dekat tangki bahan bakar, karana sama-sama bahan berbahaya
C. di dekat kantor tambang agar mudah diawasi
D. pernyataan tersebut di atas tidak satupun yang benar


48. Peledakan di penambangan bahan galian hanya boleh dilakukan oleh Juru Ledak yang sudah ditunjuk oleh Kepala Teknik Tambang dan memiliki KIM yang berlaku untuk:
A. seluruh perusahaan penambangan bahan galian di mana saja baik di Indonesia maupun di luar negeri
B. seluruh perusahaan penambangan bahan galian di Indonesia
C. perusahaan penambangan bahan galian tempat Juru Ledak bekerja
D. penambangan di permukaan dan bawah tanah


49. Persyaratan untuk mendapatkan KIM adalah:
A. berusia sekurang-kurangnya 21 tahun
B. telah lulus kursus juru ledak yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan berserifikat
C. sedang bekerja pada perusahaan penambangan bahan galian sebagai pelaksana peledakan
D. semua jawaban benar


50. Apabila dalam pelaksanaan peledakan ternyata terdapat sisa bahan peledak, maka sisa bahan peledak tersebut harus:
A. Disembunyikan untuk pengamanan agar orang lain tidak tahu
B. Dikembalikan ke gudang bahan peledak
C. Dimusnahkan
D. Dikembalikan ke gudang bahan peledak dan dicatat jumlah sisanya dalam buku besar


Esai
1. Apa yang dimaksud dengan bahan peledak?
Semua senyawa kimia, campuran, atau alat yang dibuat, diproduksi atau digunakan untuk membuat bahan peledak dengan reaksi kimia yang berkesinambungan di dalam bahan-bahannya. Bahan peledak dalam hal ini termasuk mesiu, nitrogliserin, dinamit, gelatin, sumbu ledak, sumbu ledak, sumbu bakar, ammonium nitrate apabila dicampur dengan hydrocarbon dan bahan ramuan lainnya.

2. Masa berlaku izin gudang bahan peledak:
- Izin gudang bahan peledak sementara selama 2 tahun
- Izin gudang transit berlaku selama 5 tahun
- Izin gudang bahan peledak utama selama 5 tahun

3. Apa yang dimaskud dengan juru ledak:
Seseorang yang diangkat oleh perusahaan pertambangan atau Kepala Teknik Tambang untuk melaksanakan pekerjaan peledakan dan orang tersebut harus memiliki Kartu Ijin Meledakkan (KIM)

4. Bagaimana ketentuan pembuatan dan penempatan tanggul pada gudang bahan peledak peka detonator?
Tanggul pengaman dibuat dengan tinggi 2 meter dan lebar di atasnya 1 meter, dan apabila pintu masuk berhadapan dengan pintu gudang, harus dilengkapi dengan tanggul sehingga jalan masuk hanya dapat dilakukan dari samping.

5. Bagaimana ketentuan bahan peledak peka detonator jika disimpan dalam gudang berbentuk bangunan:
- Tetap dalam kemasan aslinya
- Diletakkan di atas bangku yang tinggi sekurang-kurangnya 30 centimeter dari lantai gudang dan:
1. Tinggi tumpukan maksimum 5 peti, lebar tumpukan sebanyak-banyaknya 4 peti dan panjang tumpukan disesuaikan dengan ukuran gudang
2. Di antara lapisan peti harus diberi papan penyekat yang tebalnya paling sedikit 1.5 centimeter
3. Jarak antara tumpukan berikutnya sekurang-kurangnya 80 centimeter, dan
4. Harus tersedia ruang bebas antara tumpukan dan dinding gudang sekurang-kurangnya 30 centimeter

6. Apa yang harus dilakukan ketika peledakan mangkir (misfire) terjadi:
- Melarang stiap orang memasuki area berbahaya tersebut kecuali juru ledak atau orang lain yang ditunjuknya
- Mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menentukan penyebabnya dan menangani peledakan mangkir tersebut, dan
- Menunjuk petugas apabila diperlukan untuk mengambil langkah pengamanan untuk mencegah pencurian bahan peledak ataupun bahan pemicu lainnya

7. Apa yang dimaksud dengan ANFO, kepanjangan ANFO dan perbandingan pencampurannya:
Campuran antara amminum nitrate sebagi pengoksida dan fuel oil sebagai bahan bakar
Kepanjangan ANFO: Ammonium nitrate fuel oil
Perbandingan AN: FO = 94.5% (94.3%) : 5.5% (5.7%)

8. Sebutkan klasifikasi bahan peledak :
Bahan peledak kuat, contohnya Nitrogliserin, dinamit
Bahan peledak lemah, contohnya black powder
Blasting agent, contohnya ANFO

9. Apa yang dimaksud dengan permissible explosive?
Bahan peledak yang dijinkan untuk peledakan tambang batubara bawah tanah

10. Untuk membuat ANFO sebanyak 50 ton, berapa kilogram AN dan berapa liter solar yang dibutuhkan jika density solar adalah 0,8 gr/cc
kgAN = 94.5% x 50.000
= 47.250 kg (atau 47.000 kg jika menggunakan persentase AN 94%)
kgSolar = 5.5% x 50.000
= 2.750 kg
LiterSolar = 2.750 ÷ 0,8
= 3.437,5 liter (3.750 liter jika menggunakan persentase solar 6%)

Jumat, 13 Januari 2012

Reaksi Bahan Peledak

PEMBAKARAN
Pembakaran adalah reaksi permukaan yang eksotermis yang dijaga keberlangsungannya oleh panas yang dihasilkan dari reaksi itu sendiri, disertai dengan pelepasan gas-gas hasil pembakaran.

Contoh : Solar (diesel oil) yang terbakar.
CH3(CH2)10CH3 + 18½O2 menjadi 12CO2 + 13H2O
Poin terpenting
 Melibatkan rekasi kimia
 Oksigen tersedia berlebih di udara
 Motor bakar (bensin maupun solar) – tidak perlu tangki oksigen
 Metoda pemadaman kebakaran – isolasi benda terbakar dari oksigen

DEFLAGRASI (Deflagration)
Proses kimia eksotermis di mana transmisi dari reaksi dekomposisi didasarkan pada konduktivitas termal (panas).
Merupakan fenomena reaksi permukaan yang reaksinya meningkat menjadi ledakan dan menimbulkan gelombang kejut (shock wave) dengan kecepatan rambat rendah atau lebih rendah dari kecepatan suara (sub sonic).

Contoh : Gun Powder pada peluru.
Deflagrasi terjadi pada reaksi peledakan LOW EXPLOSIVE (black powder):

- Sodium nitrat + charcoal + sulfur
20NaNO3 + 30C + 10S menjadi 6Na2CO3 + Na2SO4+ 3Na2S +14CO2 +10CO + 10N2
- Potassium nitrat + charcoal + sulfur
20KNO3 + 30C + 10S menjadi 6K2CO3 + K2SO4+ 3K2S +14CO2 +10CO + 10N2

Reaksi cepat, VOD Gun Powder = 100 m/s.
Deflagrasi = ledakan tanpa bunyi + reaksi kimia
= pembakaran yang cepat dengan oksigen dari bahan itu sendiri

LETUSAN/LEDAKAN ( Explosion )
Yaitu ekspansi yang cepat dari suatu bahan menjadi bervolume lebih besar.

Contoh : - Tangki bertekanan meledak
- Balon karet meletus

poin terpenting
 Tidak melibatkan rekasi kimia
 Transfer energi ke gerakan massa
 Disertai bunyi dan panas

DETONASI ( Detonation )
Yaitu reaksi kimia yang sangat cepat yang diawali dengan panas, disertai oleh shock compression dan membebaskan energi yang mempertahankan shock wave serta berakhir dengan ekspansi hasil reaksinya.

Contoh : # TNT yang meledak
4C7H5N3O6 menjadi 7 CO2 + 10H2O + 6N2 + 21C

# ANFO yang meledak
37NH4NO3 + CH3(CH2)10CH3 menjadi 12CO2 + 87H2O + 37N2

Melibatkan reaksi kimia.
Oksigen untuk reaksi tersedia dalam bahan itu sendiri (tanpa oksigen dari udara)
~ Handak bisa digunakan didalam lubang tembak.
~ Reaksi ledakan tidak bisa dipadamkan.

Reaksi sangat cepat (> Kecepatan suara = supersonic),
VOD ANFO = 4500 m/s.

Shock compression – daya hancur

Shock wave - bahaya symphatetic detonation
- menentukan safety distance

Ada ledakan (gerakan massa, bunyi, dan panas)

Detonasi = Ledakan + Reaksi Kimia (Internal Burning)

Minggu, 20 November 2011

fenomena Sleep Paralysis ( Ditindih hantu )

Kamu membuka mata. Baru saja kamu tidur selama beberapa jam. Kamu bisa merasakan pikiranmu melayang-layang antara sadar dan tidak. Sambil berusaha mengumpulkan kesadaranmu, kamu mencoba untuk bangun. Tetapi, ada sesuatu yang tidak beres. Tubuhmu tidak bisa bergerak, nafasmu sesak, seakan-akan ada makhluk tidak terlihat yang menginjak dadamu. Kamu membuka mulutmu dan hendak berteriak, tidak ada suara yang keluar. Seseorang sedang mencekik leherku, pikirmu. Ada sesuatu yang tidak beres.
Ya, kalian mengerti maksud saya. Kita semua pernah mengalaminya. Sebagian menyebut fenomena ini dengan sebutan tindih hantu atau irep-irep. Entah apa kata resmi bahasa Indonesianya. Dulu, saya sempat mengira kalau kata fenomena ini disebut Lucid Dream. Namun, ternyata saya salah. Fenomena ini sebenarnya bernama Sleep Paralysis (Lumpuh Tidur) atau The Old Hag Syndrome.

Mereka yang mengalami fenomena ini kadang merasa ketakutan karena mengira sedang diserang oleh setan. Tidak bisa disalahkan. Zaman dulu, ada kepercayaan kalau fenomena ini diakibatkan oleh "Old Hag" atau " Guna- Guna" yang sedang menduduki dada korban. Dari situlah ia mendapatkan nama The Old Hag Syndrome.Ketika ilmu pengetahuan mulai berkembang, nama The Old Hag Syndrome mulai ditinggalkan. Para peneliti lebih suka menyebutnya Sleep Paralysis (SP).
Lalu, pertanyaannya adalah: Apa yang menyebabkannya?

Menurut survey Gallup tahun 1992, hampir semua orang dewasa mengalami Sleep Paralysis, paling tidak dua tahun sekali. Jadi fenomena ini bukan sesuatu yang asing bagi manusia. Usaha untuk menelitinya telah berlangsung sejak tahun 1950an, namun baru benar-benar bisa dipahami ketika para peneliti mulai mengerti hubungan antara kondisi REM (Rapid eye movement) dengan mimpi.

Ketika kita tidur, kita akan memasuki beberapa tahapan tertentu. Memang ada banyak, namun kita hanya akan melihat dua tahapan besarnya, yaitu Non REM dan REM.

Ketika kita tidur, 80 menit pertama, kita memasuki kondisi Non Rem, lalu diikuti 10 menit REM. Siklus 90 menit ini berulang sekitar 3 sampai 6 kali semalam. Selama Non REM, tubuh kita menghasilkan beberapa gerakan minor dan mata kita bergerak-gerak kecil.

Ketika kita masuk ke kondisi REM, detak jantung bertambah cepat, hembusan nafas menjadi cepat dan pendek dan mata kita bergerak dengan cepat (Rapid eye movement - REM). Dalam kondisi inilah mimpi kita tercipta dengan jelas dan kita bisa melihat objek-objek di dalam mimpi.

Dr.Max Hirshkowitz, direktur Sleep Disorders Center di Veterans Administration Medical Center di Houston mengatakan kalau Sleep Paralysis muncul ketika otak kita mengalami kondisi transisi antara tidur mimpi yang dalam (REM dreaming Sleep) dan kondisi sadar.

Selama REM dreaming sleep, otak kita mematikan fungsi gerak sebagian besar otot tubuh sehingga kita tidak bisa bergerak. Dengan kata lain, kita lumpuh sementara. Fenomena ini disebut REM Atonia.

"Kadang, otak kita tidak mengakhiri mimpi atau lumpuh kita dengan sempurna ketika terbangun. Ini bisa menjelaskan mengapa tubuh kita menjadi kaku."

Menurut hasil penelitiannya, Dr.Hirshkowitz menyimpulkan kalau efek ini hanya berlangsung selama beberapa detik hingga paling lama satu menit. Namun, bagi korban, sepertinya pengalaman ini berlangsung sangat lama.

Lalu, bagaimana dengan perasaan adanya makhluk gaib yang muncul di kamar kita?


Florence Cardinal
, seorang peneliti lain mengatakan kalau halusinasi biasanya memang menyertai Sleep Paralysis. Kadang ada perasaan kalau ada orang lain di dalam ruangan atau bahkan kita bisa merasakan adanya makhluk yang sedang melayang di atas kita.

Lalu, kita bisa merasakan adanya tekanan di dada seperti sedang diinjak atau diduduki. Malah, ada beberapa korban yang melaporkan mendengar suara langkah kaki, pintu terbuka dan suara-suara aneh. Ini cukup menakutkan, tapi normal. Bahkan banyak peneliti yang percaya kalau fenomena "penculikan oleh alien" atau "diserang roh jahat" kebanyakan hanyalah halusinasi yang terkait dengan Sleep Paralysis.

Lalu, dalam kondisi apakah Sleep Paralysis biasa muncul?

Beberapa penelitian menunjukkan adanya kondisi tertentu dimana kemungkinan mengalami Sleep Paralysis akan menjadi lebih tinggi bagi seseorang. Mereka yang mengalaminya, biasanya adalah ketika yang bersangkutan tidur telentang.

Lalu, fenomena ini lebih sering terjadi pada mereka yang mengalami kelelahan yang berlebihan atau mereka yang jadwal tidur normalnya terganggu.

Dan luar biasanya, mereka yang biasa minum obat penenang akan menjadi lebih sering mengalaminya (Ironis bukan?).

Bagaimana kita menghindari Sleep Paralysis?

Ini ada beberapa tips yang dihasilkan dari penelitian klinis, yaitu:

1. Tidurlah yang cukup dan teratur
2. Kurangi Stress
3. Berolahragalah secara teratur

Dengan kata lain, gaya hidup sehat!

Tapi yang terpenting dari semuanya adalah, Jika kalian terlanjur mengalami ini, tidak perlu takut, karena fenomena ini hanya berlangsung sesaat dan akan segera berlalu.


Komentar Pilihan

Komentar di bawah ini berasal dari EVA di postingan lain di blog ini dan diposting sebelum saya menulis soal Sleep Paralysis.

Anonymous said..

Om Enigma..........pernah denger istilah 'di rep-rep' ga? itu loh mitos masyarakat yang kalo kita tidur seperti ada yg cekik atau nahan badan kita (mitos yg berkembang itu disebabkan oleh mahluk halus)tapi keadaan kita setengah (bahkan sama sekali) sadar.............nah, beberapa waktu yg lalu aku baca tulisan (tapi lupa di majalah apa) tentang penjelasan ilmiahnya.


Nah, mau share aja sih (skalian kalo tertarik dicariin lengkapnya hehehe).....jadi sepemahaman aku dari tulisan itu, kejadian kaya gitu tuh terjadi pada saat kita sebenernya terbangun tiba2 dari tidur saking cepetnya proses itu maka kerja otak ga sinkron sama impuls yg dikirim ke anggota2 tubuh yang disuruh gerak. Alhasil otak kita udah nyuruh gerak tapi anggota badan kita belum siap (belum menerima impuls tersebut, jadi deh kaya kecekik lah, di tahan lah, di pegangin lah (yang katanya oleh mahluk halus).


Begitu juga seperti kejadian kalo kita lg tidur mimpi jatuh sampe kebangun karena berasa nyata banget,nah kalo yang ini , majalah itu bilang, pada saat tidur hampir sebagian besar tubuh kita kan beristirahat tuh, bahkan kerja jantung aja melambat (aku ga bilang brenti loh ya heheh), nah makin lama katanya kerja jantung tuh makin lambat jadi agar supaya itu jantung ga terlena trus brenti ternyata ada salah satu bagian dari otak kita yg pada titik kerja jantung tertentu akan refleks mengirim semacam muatan listrik yg lebih besar dari biasanya (gunanya untuk mengagetkan supaya jantung tidak terbuai dan ikutan tidur). Itu yang sering bikin kita ngerasa jatuh beneran pas lagi tidur (mimpi).


Tuhan memang menciptakan manusia sedemikian sempurnanya ya.........


Gitu deh Om.....
Makasih,
Salam


 

Chris said...
Saya izin ingin menanggapi komentar.
@bro Inoshi:
''yang saya heran kenapa otak melumpuhkan fisik kita sehingga kita tidak bisa bergerak..'' Saya rasa yang dimaksud dengan 'melumpuhkan' oleh Mr.Enigma, adalah seperti ini: ''Selama REM dreaming sleep, otak kita mematikan fungsi gerak sebagian besar otot tubuh sehingga kita tidak bisa bergerak. Dengan kata lain, kita lumpuh sementara. Fenomena ini disebut REM Atonia.'' Lumpuh yang dimaksud adalah: ''otak kita mematikan fungsi gerak sebagian besar otot tubuh sehingga kita tidak bisa bergerak.'' Ini bersifat sementara. Semua otot di tubuh tidak 'dimatikan'. Yang 'dimatikan' fungsinya adalah otot-otot tubuh yang volunter (sadar), yaitu otot-otot rangka. Sedangkan otot-otot involunter (tidak sadar) tidak 'dimatikan', seperti otot-otot jantung, otot-otot pernapasan dan otot-otot saluran pencernaan. ''Mengapa demikian ??'' Itulah tanda-tanda kekuasaan-Nya, rancangan Maha Cerdas-Nya dalam diri kita :) Saya yakin ini berhubungan dengan prinsip keseimbangan dan efisiensi. Selama kita tidur, kita tidak melakukan aktivitas fisik, kita relax. Ini disebabkan sistem saraf parasimpatis menjadi dominan, berfungsi dalam keadaan 'housekeeping', dalam keadaan tenang dan santai. Kontraksi otot rangka diminimalkan, denyut jantung diturunkan, irama pernapasan diturunkan. Semua itu dilakukan karena kita sedang tidak memerlukannya, karena kit sedang tidak beraktivitas fisik. Hal ini dapat menghemat energi dalam tubuh kita. Kemudian aktivitas pencernaan meningkat saat kita tidur karena berada di bawah dominasi sistem saraf parasimpatis. Ini bertujuan mengisi ulang (recharge) energi, sehingga pada saat kita bangun kita dapat beraktivitas. Disebut keseimbangan karena pada malam hari kita tidur, relax, parasimpatis mengambil alih. Setelah pada siang harinya tubuh kita beraktivitas fisik di bawah dominasi sistem saraf simpatis. Selain itu juga karena adanya pemakaian energi pada siang hari dan recharge energi pada malam hari saat tidur. ''mengapa otak kita tidak mengakhiri kelumpuhan kita secara sempurna? apakah karena faktor eksternal yang menyebabkan kita terkejut?'' Ya, saya rasa begitu. Untuk mengakhiri REM atonia, otak harus melalui fase-fase tertentu untuk kembali ke kondisi sadar. Jika tiba-tiba ada gangguan dari luar pada fase REM dreaming sleep, sehingga kita terjaga, saya rasa ini bisa menimbulkan sleep paralysis. Pertanyaan yang muncul: ''kalau begitu, mengapa para ahli mengatakan sleep paralysis hanya terjadi sekali 2 tahun? Itu kan sangat jarang terjadi? Tetapi kita tiba-tiba terbangun atau dibangunkan kan lumayan sering?'' Jawaban (menurut) saya: 1. Kita tidak terbangun/dibangunkan pada fase 'REM dreaming sleep' yang menimbulkan REM atonia, tapi pada fase-fase tidur yang lain. 2. Ada kemampuan otak untuk mengkompensasi REM atonia, jika kita memang benar-benar terbangun/dibangunkan pada fase REM dreaming sleep, sehingga paralysis dapat ditekan hingga hitungan detik (1 atau 2 detik) atau bahkan milidetik. Saya rasa otak mengirimkan impuls (yang kecepatannya bisa mencapai 13 m/detik) secara serentak melalui berbagai jalur saraf motorik, sehingga jika ada bagian otak (di area motorik) yang belum 'aktif' untuk menggerakkan suatu organ target, hal itu dapat dikompensasi oleh jalur saraf motorik lain yang tetap mengalirkan impuls. Hasilnya, kita tidak menyadari paralysis, walaupun sempat terjadi selama beberapa detik atau milidetik :) ''Bila seluruh fungsi tubuh kita diatur otak, bahkan ketika sedang tidur dan bermimpi. lalu siapa yang mengatur otak? mekanisme apa yang mampu memberi order kepada otak? kapan otak tidur dan kapan otak bangun? apakah ada penjelasan ilmiahnya? Saya pikir otak diatur oleh dirinya sendiri, atau bisa disebut 'self-regulated'. Ini adalah kemampuan menakjubkan yang dianugerahkan Tuhan. Saya pikir otak tidak beristirahat. Pada saat kesadaran kita hilang, atau tertidur, otak masih bekerja, yaitu mengendalikan semua proses 'house-keeping', seperti pernapasan, sirkulasi darah dan irama jantung, pencernaan, pengaturan-penyimpanan memori dan sebagainya. Saya pikir ada bagian tertentu dari otak yang bertanggung jawab atas kesadaran dengan mekanisme yang rumit. Kalau tidak salah, bagian itu disebut 'formatio reticularis' yang terletak di batang otak (medulla oblongata). Pada saat kita tidak sadar, tertidur, itu berarti aktivitas bagian ini sedang di-non-akftifkan. Otak dapat me-non-aktifkan bagian ini secara disengaja, misalnya pada saat terjadi nyeri/rasa sakit atau stress emosional yang luar biasa. Ini ditujukan sebagai fungsi proteksi bagi tubuh. Misalnya, kita bisa pingsan, jika menanggung rasa sakit/nyeri yang tidak tertahankan.
Normalnya, pada saat tidur, denyut jantung memang melambat hingga mencapai batas normal minimum yaitu 60 kali permenit. Semuanya itu diatur oleh pusat kardiovaskuler di batang otak. Untuk menaikkan denyut jantung, otak akan mengirim impuls simpatis ke nodus pacu jantung, yaitu SA node, diteruskan ke AV (Atrium-Ventricel) node, ke bundle Hiss yang melingkari jantung dan terakhir ke serabut-serabut Purkinje di otot-otot ventrikel jantung. Semakin banyak impuls yang dikirimkan, semakin sering jantung berdenyut. Denyut jantung maximum (normalnya 100 x/menit) akan dicapai jika kita beraktivitas fisik berat, misalnya berlari kencang, dsb.
Nah mungkin yang dikatakan Eva itu adalah proses bagaimana otak menjaga denyut jantung tidak turun di bawah normal (bradikardia).
Tapi, saya baru tahu kalau inisiasi impuls yang lebih intens ke SA node berhubungan dengan peristiwa jatuh di dalam mimpi. 
Next.
Dalam tulisan di atas disebutkan bahwa ada orang yang mengalami sleep paralysis yang menurutnya dia merasakan kehadiran 'sesuatu' yang lain, mendengar suara-suara aneh dan sebagainya. Dan dikatakan (Florence Cardinal) halusinasi biasanya menyertai sleep paralysis.

Menurut saya pribadi, halusinasi dan sleep paralysis adalah 2 hal yang berbeda, tapi bisa jadi muncul berurutan.
Dari gejala-gejala halusinasi yang dirasakan di antaranya yaitu mendengar suara-suara aneh, merasa ada keberadaan yang lain di dekatnya. Saya rasa ini dikarenakan delirium. Yaitu kondisi penyimpangan kognitif sementara dikarenakan hipoksia (rendah oksigen di darah) atau hipoglikemia (rendah kadar gula/glukosa di darah). Oksigen dan glukosa merupakan 2 substrat pokok yang harus disupply dengan stabil ke otak. Gangguan ini bisa menimbulkan delirium, yang salah satunya ditandai juga dengan kondisi bingung (confusional state).

Nah, pada sleep paralysis (saya rasa) tidak menimbulkan hipoksia ataupun hipoglikemia. Sleep paralysis tidak mempengaruhi otot-otot pernapasan dan jantung. Sehingga oksigenasi normal, dan hipoksia tidak terjadi. Sleep paralysis juga tidak berhubungan dengan hipoglikemia. Hipoglikemia lebih dikarenakan sebab-sebab lain, misalnya kelaparan (tidak makan berjam-jam sebelum tidur), karena mengkonsumsi obat-obatan hipoglikemik atau memang karena ada penyakit yang mendasarinya.
Jadi, jika pun orang yang mengalami sleep paralysis berhalusinasi, itu dikarenakan faktor predisposisi yang menyertainya, bukan karena sleep paralysis itu sendiri.

sumber : Enigma

Jumat, 14 Oktober 2011

Mengungkap Data Dan Fakta Gerakan Neoliberalisme Di Indonesia


Barangkali formulasi paling berpengaruh mengenai liberalisme klasik muncul dalam justifikasi yang diberikan Herbert Spencer pada dominasi kapitalisme laissez faire diseluruh dunia. Justifikasi itu diberikannya dengan didasarkan pada teori Darwin tentang evolusi melalui seleksi alam. Bagi Spencer ekonomi pasar bebas merupakan bentuk paling beradab dari persaingan antar manusia yang secara alamiah menempatkan pihak terkuat sebagai pemenang” Spencer membatasi tugas Negara hanya untuk melindungi individu dari agresi internal dan eksternal. Setiap intervensi terhadap kinerja swasta justru melahirkan stagnasi sosial, korupsi politik dan terciptanya birokrasi yang gemuk dan tidak efesien. Pujian Spencer terhadap kompetisi pasar bebas sebagai sumber alamiah kebebasan dan kemakmuran umat terbukti berkaitan erat dengan kepentingan Inggris masa Victoria. Diakhir hayatnya, ia mengatakan total penjualan bukunya nyaris mencapai 400.000 eksemplar. Tak Pelak, teori spencer menjadi pilar hegemoni doktrin ekonomi pasar bebas di Inggris abad 19.





Spencer menempatkan sosialisme dan serikat buruh dan bahkan bentuk sosial dasar seperti peraturan keselamatan kerja sebagai contoh dari over regulasi yang tidak mendukung kemajuan rasional dan kebebasan imdividu. Globalisme layak mendapat label ideologi pasar yang baru, karena pendukungnya telah mampu membuat hubungan yang inovatif antara gagasan pasar bebas yang usang dengan perbincvangan global mutakhir. Tentu dengan menyebut kerangka ideologis dewasa ini sebagai “ekonomi baru“ kelompok globalis ini ingin mengisyaratkan otentisitas paradigma mereka. Metode favorit globalisme adalah dengan menerapkan tatanan dominant dan makna hegemoniknya sebagai martil pemukul untuk menghantam berbagai rintangan yang menghadang jalan menuju capital global. Negara negara berkembang “dirayu“ agar mengikuti perintah lembaga ekonomi internasional dengan memakai apa yang disebut oleh koresponden new York times, Thomas Friedman, sebagai pengekang utama“ (golden Stright jacket) neoliberalisme. Jadi klaim-klaim globalisme dan maneuver-mauver politik tetap berkaitan secara konseptual dengan narasi Spencerian abad sembilan belas mengenai modernisasi dan “pemeradaban” yang menghadirkan negara-negara barat khususnya Amerika serikat dan Inggris Raya sebagai Vanguard istimewa dari proses evolusioner yang terjadi pada semua bangsa. Namun hal yang membedakan globalisme dengan ideology pasar sebelumnya adalah usaha inovatif dari para pemeluknya untuk mengisi kosep “globalisasi” dengan pengertian-pengertian neoliberal. Karena itu buku ini membedakan antara globalisme sebagai ideologi pasar neoliberal yang mengurapi globalisasi dengan norma, makna, nilai-nilai tertentu dan globalisasi–proses sosial yang dijelaskan dan didefinisikan dan dijelaskan oleh berbagai komentar yang berbeda-beda malah acapkali bertolak belakang.





Amerika Serikat adalah Negara berandal (rogoue state) terbesar di muka bumi sebagaimana nyatanya AS telah melumpuhkan struktur kemanusiaan di muka bumi ini yang menjadi penindasan di segala penjuru dunia dengan melakukan ekspansi dan melempar isu global seperti terorisme dan kekuatan system kapitalis. Begitu juga pada masa – masa setelah kemerdekaan Indonesia Amerika Serikat telah merencanakan bahkan mencoba mensponsori kudeta A.1. di Indonesia pada tahun 1965 dengan dukungan mendapat dukungan dari lembaga pemodal yang di milikinya seperti IMF, IDB, WB, yang selama ini telah menimbulkan devaluasi kejam diantara asset-asset di Asia Timur Tenggara termasuk kawasan Indonesia pada tahun 1997. Akibat dari devaluasi yang di sebabkan oleh kebijakan AS untuk melakukan pemberontakan di setiap Negara berkembang di kawasan Asia Timur Tenggara khususnya Indonesia mengalami penganggurang yang sangat luar biasa dan melumpuhkan system pembangunan yang telah di bangun selama ini. Selain itu juga AS telah menimbulkan kekacauan di seluruh sector kehidupan yang menyebabkan lahirnya pemahaman yang bersifat provokatif dan kejam terhadap nilai-nilai kemanusian, kataskan saja terorisnya yang memang semuanya di setting oleh Amerika Serikat melalui system demokrasi yang prematur. Terlebih kejam lagi Amerika Serikat telah menihilkan kemajuan dari setiap pembangunan yang selama ini di bangun di Indonesia.



Kalau kita menelusuri kekayaan Indonesia sangatlah jauh dari kemiskinan, bagaimana pun Amerika Serikat dengan kekuatan kapitalnya dengan menyebarkan seluruh perusahaan multinasionalnya, toh sebenarnya Indonesia tidak akan menjadi Negara miskin dan menciptakan banyak pengangguran. Kita saksikan saja Indonesia merupakan sebuah Negara yang tidak kurang potensi sumber daya alam dan mineralnya sebenarnya, bayangkan saja Indonesia sala satu Negara yang melakukan ekspor terbesar kelapa sawit di seluruh dunia. Namun hal ini tak kalah menyedihkan bahwa ternyata semua perusahaan kelapa sawit yang melakukan ekspor terbesar di dunia melalui Indonesia itu adalah saham perusahaan milik Malaysia. Mereka mengekspor mentah sawit ke beberapa Negara tapi pabrik untuk mengolah sawit itu berada di Negara Malaysia dan Singapura. Padahal kalau di hitung secara cermat akan keuntungan sawit buat Indonesia sangatlah besar, namun produk sawit yang ada di Indonesia sendiri di pegang oleh 38 keturunan keluarga dari Malaysia dan itu bersifat turun temurun. Indonesia sendiri menjadi penonton di negaranya sendiri ketika perusahaan multinasional milik Malaysia mengolah sawit di Indonesia dan tidak mendapat keuntungan apapun dari hasil sawit tersebut. Justru yang terjadi juga dalam proses pengolahan dan menjadi pengusaha sawit sangat paradoks dan mengalami ketimpangan yang sangat besar, ketika para pekerja di upah di bawah PDRB dan masyarakat di lingkungan sekitar tidak di perhatikan, padahal tempat mereka menanam sawit itu adalah lahan milik petani yang di sita oleh perusahaan yang bersangkutan melalui konspirasi para elit politik. Selain itu juga begitu banyak kasus yang terjadi di Malaysia seperti para TKI di perkosa setelah di jadikan budaknya, di bakar, di siram air panas dan menyusupi gembong terorisme di Indonesia, 50 ribu anak Indonesia di Malaysia tidak mendapat sekolah, dan bahkan di Indonesia sendiri menjadi kuli orang Malaysia.



Sukarno pernah mengatakan kepada rakyat dan pemuda serta mahasiswa Indonesia yang mengatakan bahwa Indonesia akan siap mengugat dan revolusi apabila Negara kita di sita dan dikuras oleh pihak asing yang tidak kunjung memberikan kesejahteraan kepada rakyat Indonesia. Kita harus siap melawan musuh kita bersama, siapapun yang menguras sumber daya alam dan mineral Indonesia. Indonesia sangat kaya sebenarnya, tetapi dari fakta dan data yang ada bahwa frekuensi kekayaan alam Indonesia sudah dio miliki oleh asing seluas 1.1167 hektar tanah di seluruh Indonesia termasuk daratan dan zona laut. Di berbagai pulau di Indonesia ini tersebar tambang yang di kelolah oleh perusahaan multinasional tidak pernah memikirkan bagaimana agar bisa merealisasikan kesejahteraan rakyat. Belum lagi perusahaan multinasional lainnya milik Malaysia yang di tanam sahamnya di Indonesia seperti XL, CIMK Bank, Bank Niaga, Bank Lippo dan lain sebagainya. Semua hal itu tidak pernah memberikan sebuah bentuk legitimasi kepada rakyat untuk mendapatkan kesejahteraannya. Hal ini merupakan pelaksanaan agenda – agenda ekonomi neoliberalisme secara intens. Ruang lingkup gerakan neoliberalisme sudah mencapai posisi teratas dalam menempatkan seluruh asset dan alat eksploitasinya yang tentunya untuk mencapai tujuan-tujuan yang mereka inginkan. Sesungguhnya tujuan-tujuan neoliberalisme adalah untuk melumpuhkan peran Negara dalam mengurus segala kebutuhan Negara yang kemudian di serahkan dan mengoptimalkan peran swasta yang di namakan swastanisasi seluruh asset Negara. Melalui tindakan ini mereka menyusun strategi pembohongan dengan menciptakan wacana peningkatan perekonomian Negara melalui peran swasta tadi yang tentunya di harapakan secara penuh Negara menjadi rezim kapitalistik. Selain itu juga neoliberalisme senantiasa menyediakan lahan subur bagi dominasi rezim Negara – Negara kapitalistik dan menyebarkan seluruh perusahaan multinasional ke berbagai Negara berkembang, maka bisa di katakan bahwa gerakan ekonomi neoliberalisme kapitalistik ingin membangun imperium global yang tentunya pasti terjadi penindasan.



Dalam system perekonomian dunia yang bercorak kapitalistik penuh seperti yang di impikan oleh rezim neoliberalisme melalui berbagai agendanya senantiasa tetap melahirkan kelompok tertindas dan kelompok berkuasa semakin mencengkram rakyat tertindas, ini merupakan sebuah bentuk pelanggaran nilai kemanusiaan. Dapat di saksikan juga bahwa pelaksanaan ekonomi neoliberalisme merupakan sebuah proyek besar yang galakkan oleh Negara-negara maju dengan berkeinginan untuk menciptakan sebuah imperium penindasan baru yakni Negara kapitalistik penuh. Negara-negara kapitalis sudah bergabung mem, bentuk wadah yang besar seperti G-8, Asian Free, National Scurity Agency (Lembaga Keamanan Nasional), IMF, WB, IDB dan lain sebagainya. Dalam konteks Indonesia pun tidak terlepas dari jeratan utang dari lelmbaga-lembaga donor ini yang kemudian banyak melahirkan inflasi dan terjadinya pengangguran missal. Kita buktikan saja bahwa pembayaran hutang pemerintah pada tahun 2010 sebesar 73,3 triliun, sementara pemerintah juga memberikan fiskal ekonomi kepada Negara debitur sebesar 60 Triliun, belum lagi rencana Presiden SBY – Boediono pada tahun 2011 akan memberikan fiscal lagi ke lembaga-lembaga donor yang selama ini menjadi hutang bagi Indonesia adalah IMF, Free Trade Asian, World Bank, Letter Of Intens, IDB dan lain sebagainya.



Dari Wacana Menuju Kenyataan : Neoliberalisme Menggurita dan Menghancurkan Tatanan UUD 1945, Ekonomi Dan Masyarakat Indonesia

Wacana globalisasi yang berbaju dan bertangan neoliberalisme telah menciptakan sebuah peradaban dunia yang penuh eksploitatif, hal ini terbukti berbagai para peneliti dari segala bidang dan ruang lingkup keilmuan telah menyatakan bahayanya neoliberalisme kapitalistik. Sebagai gejala dan proses yang tak pernah terukur bahwa globalisasi memang menjadi sangat layak untuk senantiasa di bicarakan di manapun kita berada, karena gerakan globalisasi yang berbaju dan berkaki tangan neoliberal ini telah menggurita tanpa meninjau kembali aspek kemanusiaan baik dalam aspek ekonomi maupun politik dan hokum. Wacana globalisasi dan neoliberal ini telah menciptakan sebuah mesin yang setiap saat menggeliat dalam kerentanan kehidupan dan sekaligus menjadi ancaman yang sangat efektif dalam menghancurkan tatanan dunia. Globalisasi yang berbaju neoliberal ini juga akan terus secara intens menciptakan kemiskinan structural dan ketidakstabilan ekonomi di Negara-negara dunia ketiga (Negara berkembang). Aktivitas ekonomi neoliberalisme dan gerakan globalisasinya melahirkan rasa ketakutan yang amat sangat bagi masyarakat di dunia ketiga saat ini. Kita lihat saja berbagai aktivitas MNCs yang berskala besar dan dominan dalam masyarakat telah berhasil memiskinkan masyarakat dan menciptakan putaran ekonomi masyarakat yang serba malas, liberalisasi di tingkat Negara berkembang, merubah infrastruktur ekonomi nasional, melakukan swastanisasi dan membuat deregulasi kebijakan politik serta ekonomi, kemudian di tambah dengan cengkraman lembaga-lembaga donor seperti IMF, IDB< LoI dan WTO. Semua paradigm,a yang mereka tawarkan merupakan sebuah teror ekonomi pasar terhadap pola ekonomi pasar masyarakat miskin. Lahan dan kekayaan miliki bangsa maupun petani telah menjadi komoditi mereka untuk di eksploitasi dan menyediakan tenaga kerja atau buruh murah, sehingga akumulasi ekonomi pun tidak terhenti dan berjalan mulus seperti yang mereka inginkan.



Sejak tahun 1998 sampai dengan 2009 para politisi yang nota bene duduk di DPR RI telah berkomplotan dengan para penganut paham neoliberalisme dan pasar bebas, buktinya dari tahun ke tahun dalam membuat UU selalu di campuri oleh tangan asing yang tidak bertangungjawab. Nyatanya jumlah UU yang teridentifikasi yang melibatkan pihak asing adalah 474 UU telah di syahkan. Yang menyedihkan adalah Undang – Undang yang mengatur ekonomi dan Sumber Daya Alam. Ciri umum Undang-undang yang telah di campuri oleh tangan asing adalah : Hilangnya campur tangan Negara dalam proses penetapan kebijakan ekonomi dan lebih di kuasai oleh pihak asing serta kontruksi konstitusi yang di buat selama ini lebih mengedepankan pada kebijakan liberalisasi pasar. Penyerahan modal ekonomi dan keuangan pada pihak asing dengan tidak memperhitungkan aspek keuntungan ekonomi sehingga seluruh infrastruktur Sumber Daya Alam telah dirauf oleh asing dengan ekspansi dan eksploitasinya. Perlakuan diskriminatif terhadap usaha-usaha ekonomi rakyat sehingga iklim ekonomi yang sebelumnya kondusif menjadi tidak berdaya guna sehingga menyebabkan kemiskinan structural dan lumpuh total usaha perekonomian rakyat, maka kerentanan dan ketimpangan pun terjadi serta hilangnya lapangan kerja bagi rakayat.



Dari beberapa indikasi diatas, tidaklah heran apabila para politisi dan pemimpin bangsa ini menjadi kaki tangan pemodal karena memang tawaran kapitalis dapat menggiurkan para politisi bangsa ini dan mereka pula merasa berkuasa dengan melahirkan kebijakan yang berkepentingan dengan jabatan mereka sendiri. Tidak terhindari bahwa biaya amandemen Undang-Undang Dasar 1945 NKRI dan pembuatan Undang-Undang itu sendiri telah banyak di biayai oleh UNDP, IMF, WB, NATO, USAID, NDI, Bank Dunia, ADB, total yang mereka keluarkan untuk membiayai pembuatan undang-Undang adalah sebesar 740 Dollar AS. Ini sudah jelas sekali bahwa neoliberalisme dan neokolonialisme telah melapangkan jalan yang sangat terjal dan merumitkan kebijakan ekonomi bagi Negara – Negara berkembang, khususnya bagi kaum miskin. Belum lama ini juga telah ada dan hadir dalam pergulatan ekonomi dunia yakni pembentukan AFTA yang telah di bentuk dari hasil pertemuan ASEAN CARTER dan KTT ASEAN yang di laksanakan pada bulan januari 1992 di Singapura, hasil dari pertemuan tersebut adalah perdagangan bebas dan liberalisasi aspek pertambangan dengan membiayai segala bentuk kebijakan perundang-undangan. Akibat dari AFTA tersebut, tentu mengalami kelumpuhan pada aspek ekonomi dan pengusaha lokal yang merupakan tumpuan harapan bagi mereka. Akibat dari perjanjian AFTA tersebut telah membuka lahan investasi capital yang sangat besar dalam bidang pertambangan sehingga menyebabkan terdongkraknya produksi CPO INDONESIA sebesar 17.200 M Kg yang menghasilkan nilai transaksi sebesar 173.496.400.000.000 Triliun dengan mengacu pada harga jual domistik CPO local sebesar 10.087. Yang lebih parah lagi akibat dari perjanjian AFTA tersebut sudah banyak melahirkan berbagai macam bentuk penindasan yakni dari kekuarangan makanan,mahalnya harga BBM dan bahan pokok, meningkatnya peledakan elpiji yang sebelumnya sangat mahal di beli oleh orang miskin, terbukanya pertambangan rakyat dengan model galian manual sehingga menyebabkan banyak manusia yang meninggal di dalam galian tambang tersebut dan masih banyak masalah lainnya.



Belum lama ini di kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah memakan korban sekitar ratusan orang tertimbul oleh tanah galian tambang rakyat, para masyarakat yang ribuan orang yang menggali emas di areal tersebut merupakan akibat dari kebijakan pasar bebas yang menghilangkan bentuk penghasilan mereka yang sebelumnya membaik, namun pada akhirnya terjadi bangkrut akibat dari sikap egoisme kekuasaan pemerintah yang eksploitatif dan tidak memperhatikan nasib kaum miskin pinggirin. Akibat tambang rakyat yang ada selama ini di daerah sekotong Lombok Barat dan Sumbawa Besar telah memakan korban sekitar 1.701 orang dari tahun 2006 sampai 2010. Belum lagi tambang multinasional seperti NNT dan freport Papua yang telah mengeruk sumber daya alam selama bertahun-tahun belum memberikan sebuah kesejahteraan yang maksimal untuk rakyat Indonesia, bahkan yang ada adalah mencemarkan racun tambang melalui pembuangan tailingnya beberapa ribu Ton kedasar laut dan aliran sungai. Belum lagi Lumpur Lapindo berantas yang sampai sekarang ini belum bias di tutup lubang gas bumi yang keluar menyembur panas bercampur lumpur yang sudah terjadi beberapa tahun silam sampai sekarang.



Di tengah himpitan persoalan kesejahteraan, globalisasi berbaju neoliberal pun tambah mencekik kondisi kemiskinan menjadi ketertindasan yang sudah terstruktur adanya. Kondisi yang sudah sangat memiskinkan bahkan menyebabkan kemusryikan atas bangsa ini sepertinya bagi mereka berbahagia diatas penderitaan orang lain, belum lagi hutang yang terlampau banyak sampai kalau di hitung perkepala pada tahun 2004 mencapai 5,8 juta, sementara pada tahun 2009 hutang perkepala bagi rakyat Indonesia sudah meningkat sebesar 7,7 Juta pada pemerintahan SBY-BOEDIONO KIB II. Jadi kalau di hitung porsentase kenaikan hutang Indonesia yang harus di bayar adalah sebesar 31 % per 5 tahun. Cicilan pokok plus bunga yang harus di bayar oleh pemerintahan SBY-BOEDIONO pada 6 tahun terakhir adalah 877, 633 triliun. Tentu angka yang sangat pantastis tersebut lebih besar dari APBN yang telah di anggarkan dan kalau di hitung juga lebih besar daripada jumlah pajak yang terkumpul. Inilah realitas bangsa kita selalu menggali lubang tutup lubang. Melihat berbagai masalah yang ada di Indonesia, bukan saja masalah kemanusiaan dan kesejahteraan akan tetapi problem keamanan dalam negeri juga menjadi prioritas utama dalam mengemban misi penegakan kedaulatan dan martabat bangsa. Ada sebuah pernyataan yang sangat menarik nalar dan sendi otak kita untuk selalu berfikir bahwa Roberg (2002) dalam bukunya pernah mengatakan bahwa Indonesia akan benar-benar menjadi Negara gagal dalam membangun dunia baru karena di tengah demokratisasi dan revolusi structural politik masyarakatnya ternyata tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yang banyak melahirkan kebijakan yang melumpuhkan perkembangan Negara bangsa untuk menjadi Negara nebat. Ciri Negara gagal yang di sebut oleh Roberg dalam bukunya adalah : Keamanan rakyat tak bisa di jaga, Konflik agama dan etnis tak pernah selesai, KKN menggurita dan menjadi alat kekuasaan sehingga membuat Negara ini di ambang kehancurannya. Legitimasi Negara sangat menipis dan tidak lagi banyak campur tangan Negara dalam system perekonomian. Pemerintah pusat tak berdaya menghadapi persoalan dalam negeri dan tidak memiliki jaringan kerja yang luas untuk membangun kekuatan baru dalam menyelsaikan persoalan yang ada sehingga yang terjadi adalah Negara bodoh dan lebih bodoh dari kerbau yang di cocok hidungnya. Rawan terhadap tekanan luar negeri yang di sebabkan oleh tidak konsistennya pemerintah dalam menegasikan tentang sebuah kedaulatan dan keharusan mandiri.



Senada dengan Roberg, seorang ilmuan pun yakni Prof. Jared Diamond tahun 2005 (UCLA) telah meramalkan bahwa Indonesia akan menjadi Negara gagal seperti Somalia, Riwanda, Etiopia dan lain sebagainya. Para pendukung paradigma ekonomi baru memproklamirkan kejayaan pasar bebas di berbagai belahan dunia. Namun demikian, kejayaan seperti itu tidak mempunyai dasar ilmiah. Para perwakilan modal (kapital) yang serius mencermati prospek ekonomi dunia dengan keprihatinan yang terus meningkat. Kapitalisme berkembang sebagai pasar dunia. Tentu ramalan brilyan ini sekarang ditunjukkan oleh fenomena globalisasi. Namun ini tidak berarti bahwa ketimpangan kapitalisme dihapuskan atau kenaikan atau kemerosotan yang terjadi secara simultan di seluruh ekonomi dunia. Kapitalisme tidak berkembang dalam waktu bersamaan dan dengan cara yang sama di semua bagian dunia. Siklus ekonomi juga tidak terjadi dengan mulus dan lancar di semua bagian ekonomi dunia. Malah sebaliknya, ciri kapitalisme yang paling menonjol adalah anarki kekuatan produktif. Ini tetap benar walaupun ada dominasi monopoli-monopoli besar, intervensi IMF dan Bank Sentral dan fenomena globalisasi yang banyak disebut. Bahkan di masa transaksi finansial dan ekonomi terjadi dengan kompurisasi teknologi tinggi, proses-proses ini memerlukan waktu untuk melapangkan jalannya lewat ekonomi dunia internasional. Memakan waktu satu tahun bagi devaluasi mata uang Thai untuk mencapai Rusia. Sementara Rusia sendiri telah gagal membayar utangnya bulan Agustus 1998. Kemudian, devaluasi di Brazil terjadi Januari 1999, di Asia sendiri berefek langsung sehingga terjadinya kolaps yang satu menyusul yang lain, dan menimbulkan pergolakan kelas di Korea Selatan, krisis politik serius di Malaysia, dan lebih dari semua itu mulainya revolusi di Indonesia.



Proses mendalam yang mempengaruhi ekonomi dunia butuh waktu untuk muncul. Efek kemerosotan di America di tahun 1929 butuh waktu untuk mencapai Eropa. Ekonomi Prancis, yang relatif terbelakang, mulai mengalami kemerosotan tiga atau empat tahun kemudian, ketika Amerika sudah mulai bangun dari krisis. Ketidakseimbangan tersebut terlihat dalam setiap krisis kapitalis, dan krisis yang sekarang ini terjadi bukanlah pengecualian. Fenomena pembangunan tak seimbang, yang dulu sudah dijelaskan Marx dan Lenin, juga dipahami oleh beberapa ahli ekonomi borjuis. Dengan demikian, Stratfor dengan tepat menunjukkan bahwa adalah keliru untuk berbicara tentang "Asia" seakan-akan sebagai entitas ekonomi homogen yang tunggal: "Fenomena kedua yang kita saksikan di Asia adalah diferensiasi antar negara. Tidak lagi masuk akal untuk berpikir tentang Asia sebagai entitas tunggal ketika membicarakan ekonomi. Sebelumnya mungkin bisa dimengerti, paling tidak dalam pengertian bahwa hampir semua bangsa Asia menuju arah naik yang sama. Kini, mereka bahkan tidak mempunyai satu arah umum yang sama. Beberapa kelihatannya benar-benar membaik, seperti Korea Selatan. Yang lain bergerak ke pinggir. Beberapa yang lain masih terbenam. Namun, dalam pandangan saya, yang paling penting adalah dua mesin Asia, yaitu Jepang dan Cina, kendati adanya peningkatan pasar modal akhir-akhir ini dan angka-angka ekonomi yang menjanjikan, tidak akan bergerak maju tanpa restrukturisasi internal besar-besaran, yang belum terlaksana. Mereka masih terjebak dalam masalah-masalah struktural yang pada mulanya menyebabkan masalah (kemerosotan) tersebut dan, karena mereka adalah pusat tenaga Asia, trend umum akan mengikuti kesuanya walaupun terdapat perbedaan masing-masing negara. Dalam pandangan kami, trend tersebut masih menurun. Dengan demikian, tuntutan Asia akan meningkat, namun tidak jelas bahwa tuntutan ini akan meningkat secara dramatis atau akan meningkat secara permanen."



Krisis di Asia terutama Indonesia adalah krisis klasik yang selalu di alami selama ini yakni terjadinya overproduksi. Berbagai ketidakpastian prospek Asia ditangkap oleh para komentator borjuis yang paling serius. Pandangan pesimistik ini juga dimiliki oleh para ahli strategi Kapital yang lain. Dalam ramalannya kuartal ketiga bahwa Stratfor menggarisbawahi hal ini: "Dalam beberapa minggu terakhir, media-media besar telah mengumumkan akhir dari melelehnya ekonomi Asia. Secara keseluruhan masalahnya bukan ini. Pandangan ini benar hanya dalam dua pengertian. Pertama, Asia sudah lumpuh. Karenanya kelumpuhan ini sudah berakhir. Ini jauh dari mengatakan bahwa ada pemulihan nyata di Asia. Mari kita lihat secara lain,krisis Asia sudah selesai, dalam pengertian bahwa ini bukan lagi krisis, namun malaise jangka panjang. Kedua, memang ada pemulihan di beberapa negara, namun bukan pemulihan Asia secara keseluruhan. Pada kenyataannya, pandangan kami malah berlanjut bahwa dua kekuatan ekonomi paling besar di Asia, Jepang dan Cina, sedang menuju pada depresi dalam yang tak bisa diperbaiki." Ini adalah pemikiran-pemikiran tentang perpektif bagi Asia dari para analis kapitalis yang punya pandangan paling jauh.



Jika depresi tidak bisa diterima, maka Indonesia tidak memiliki kebijakan yang masuk akal. Indonesia saat ini berusaha mempertahankan tingkat bunga mendekati nol. Jika Indonesia melakukan perbaikan dan menaikkan tingkat suku bunga, yang diperlukan untuk mendorong pembentukan modal dan investasi asing, ini akan memicu gelombang kebangkrutan sambil mendongkrak nilai rupiah. Ini, pada gilirannya, akan memotong ekspor, memangkas aliran tunai dan menganggu stabilitas perekonomian. Jika Indonesia juga mempertahankan bunga rendah, maka ini akan menghambat pembentukan modal dan mendorong inefisiensi ekonomi juga. Cukup menggelikan mengikuti tikungan dan putaran para ahli kebijakan ekonomi Indonesia dalam situasi seperti ini. Ancaman kemerosotan ekonomi besar-besaran pada skala dunia memaksa Indonesia untuk terlibat dalam berbagai macam akrobat dan jungkir balik di mana posisi yang sebelumnya mereka pegang erat-erat. Maka Paul Krugman, ahli ekonomi terkemuka dari MIT mendesak untuk selalu memperluas ekonomi dengan cara mencetak uang. Indonesia dalam hal ini butuh kebijakan moneter yang tidak bertanggung jawab. Indonesia yang ditasbihkan sebagai pakar ekonomi dunia sebelumnya tetap dalam upaya gila-gilaan untuk mencari jalan keluar dari kebuntuan ini. Di masa lampau Gereja Katolik Roma mengatakan bahwa "semua jalan menuju Roma". Kini para ahli ekonomi Indonesia bisa menarik kesimpulan bahwa semua jalan menuju ke kehancuran. Tidak bisa diabaikan bahwa kehancuran ekonomi di Indonesia lebih di sebabkan oleh keteledoran para politisi dalam melahirkan kebijakan ekonomi negara.



Pada tahun 1984 ekspor Indonesia 4 miliyar Dollar AS, China hanya 3 Miliyar Dollar AS, melihat struktur kekuatan ekonomi dan perkembangan modal besar yang di pasok oleh perusahaan asing, tanpa menguranggi rasa bangga yang awalnya Indonesia unggul, namun dalam kurun waktu 20 tahun dari pemerintahan orde baru sampai di era Gusdur bangsa Indonesia tertinggal dengan tingkat ekspor hanya 70 Miliyar Dolar AS sementara China sudah melebihi target dengan 10 kali lipat dari Indonesia dengan tingkat 700 Miliyar Dollar AS. Kemudian kalau kita bandingkan juga dengan perkembangan Malaysia, posisi Indonesia paling menyedihkan. Padahal Indonesia dalam pembangunan jalan kereta api dan transfortasi nasionalnya lebih dahulu 10 tahun dari Malaysia dan 12 tahun dari china. Namun perkembangan Malaysia dan China melebihi perkembangan Indonesia, panjang jalan tol Malaysia sekitar 6.000 KM dan china 60.000 KM, sementara Indonesia panjang jalan tolnya cuma 630 KM. Kalau kita melihat perkembangan tersebut rasa bangsa Indonesia sangat susah untuk bergerak maju, karena memang karakter rakyat Indonesia dari generasinya sampai pemimpinnya masih menerima bayaran dari semua kepentingan untuk melanggengkan kekuasaannya, buktinya dana pemilu pilpres dan pemilukada tahun 2009 di perkirakan sekitar 50 Triliun yang berarti mencapai 5 % dari APBN.



Pelaksanaan pesta demokrasi Indonesia sudah kategori sangat mahal, ketika segala sesuatu di laksanakan sangat mahal, maka konsekwensi yang terjadi adalah demokrasi criminal. Dalam pengertian Rizal Ramli bahwa pemilu Indonesia di laksanakan diatas kecurangan yang sangat tidak masuk akal, mengapa ?, karena pemilu Indonesia menghasilkan pemimpin oportunis, semua bentuk dan proses pemilu di rekayasa, beli suara, KKN, manipulasi suara, beli suara, Daftar Pemilih Tidak Tetap, sekandal bank century, Penghitungan suara dengan IT, pembelian nomor urut caleg. Sedangkan criminal output pemilu yakni banyaknya anggota dewan yang lolos dalam pemilu tersebut kalau menyusun anggaran seringkali ada persengkokolan, misalnya 19,5 Triliun. Out put lain dari demokrasi criminal adalah kader bangsa terbaik yang memiliki tracrecord baik, cerdas dan berintegrasi tergusur dan tereliminasi dari proses rekrutmen politik dan birokrasi, sehingga tidak dapat tampil menjadi pemimpin bangsa. Hanya karena tidak punya cukup uang dan sponsor, namun yang lolos dari rekrutmen adalah yang banyak uang dan mampu bermain dalam system demokrasi criminal. Maka oleh karena itu tidak heran jika lembaga politik dan birokrasi di penuhi oleh bukan kader bangsa terbaik dank arena itu tak punya visi dan komitmen untuk membangun bangsa dengan sungguh-sungguh dan benar-benar. System demokrasi yang sehat sebaiknya melahirkan kader bangsa yang terbaik dan itu menjadi prasyarat lahir sebuah bangsa yang jaya dan bermartabat.



Sangat naif Indonesia akan menjadi Negara yang bermartabat kalau saja para pemimpin dan calon pemimpin bangsa ini menjadi bagian dari manusia yang oportunis. Seharusnya bangsa ini sudah selayaknya menjadi Negara yang penuh dengan moralitas dan martabatnya. Demikian juga dengan system partai di Indonesia harus di rubah dan anggarannya harus berasal dari APBN supaya semua politisi kita tidak menjadi politisi yang liar dan bisa accountable serta tidak di bajak oleh kapitalis/corporatokrasi. Dan yang paling penting juga UU pemilu harus di buka supaya melahirkan demokrasi yang sehat. Di tengah prilaku politik seperti ini, di wilayah karawang Jawa Barat sebagai daerah yang selama ini pemasok beras, pangan dan lumbung kesejahteraan bagi kota Jakarta. Luas lahan petani di kerawang tersebut 0,33 Ha dengan nilai pendapatan rata-rata perbulan 700.000 Rupiah (23.000 perhari), sedangkan angka pendapatan hidup layak di Karawang sebesar 1,2 juta perbulan, sementara upah minimum 2010 adalah 1,1 juta perbulan, kalau kita menghitung berapa besar pengeluaran untuk kehidupan sehari-hari rakyat Karawang sangatlah prihatinkan karena tingginya pengeluaran daripada pemasukan. Pengeluaran masyarakat karawang perbulan mencapai 3 Juta lebih perkeluarga, sementara pendapatan mereka hanya 1,1 – 1,2 Juta perbulan. Ini menunjukkan sebuah bentuk penindasan terhadap hak-hak petani karawang. Karena memang Karawang sebagai penghasil beras yang merupakan penopang para elit-elit di DKI Jakarta tidak berusaha di perhatikan sebagaimana mestinya.



Selain dari itu juga, ada 30 Juta rakyat Indonesia yang tidak memiliki rumah, lebih besar dari penduduk Malaysia. Pada zaman orde baru ada rumus yang mengatakan bahwa system pembangunan rumah di Indonesia 1:3:6 artinya setiap kapitalis membangun apartemen atau perusahaan maka mereka di tuntut untuk membangun rumah menengah sejumlah 3 unit dan rumah sederhana 6 Unit, namun rumus ini tidak bertahan lama ketika soeharto lengser pada Mei 1998, rumus ini di mentahkan oleh loby-loby para kapitalis yang bertujuan meliberalisasikan segala bentuk unsure dan komponen BUMN serta milik Negara maupun hak milik rakyat. Sekarang ini pun di tahun 2010 yang muncul di layar TV Lokal maupun Nasional justru wanita cantik yang seksi dan mengundang bafsu birahi mempromosikan segala bentuk dan ukuran serta model apartemen yang di bangun oleh kapitalis. Para wanita cantik tersebut berceloteh tanpa melihat bagaimana di wilayah sekitar apartemen tersebut yang tidak pernah merasakan manisnya kesejahteraan yang di berikan oleh Negara kepada mereka sebagai rakyat kecil di sekitar apartemen tersebut. Jutaan rakyat kecil dan tertindas di gang-gang menyaksikan kemolekan apartemen tersebut, sembari merenung tentang sebuah harga apartemen 1,4 Miliyar Rupiah. Sementara para rakyat kecil dan berbagai jumlah purnawirawan (pensiunan TNI) terlantar akibat rumahnya di ambil oleh Negara untuk kepentingan kapitalis.



Di tengah perkembangan perekonomian Indonesia dalam status waspada terhadap krisis jilid kedua yang akan terjadi akan dating. Oleh karena kondisi bangsa Indonesia dalam 6 tahun terakhir sejak pemerintahan SBY – Boediono telah melegalisasikan kekuasaan para korporat asing dan komplotannya dan meliberalisasikan seluruh asset BUMN yang merupakan sumber ekonomi rakyat di serahkan kepada tangan-tangan kapitalis oportunis. Nyatanya dalam APBN 5 tahun terakhir meningkat anggarannya sebesar 100 %, sumbangan dari pajak 70 %, sementara dari Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mencapai 82 %, akan tetapi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak pro terhadap kesejahteraan rakyat karena subsidi dari Negara untuk rakyat selalu mengalami penurunan hingga 14,29 % tahun 2005 dan pada tahun 2010 subsidi menurun drastic lagi menjadi 23,69 %. Padahal kenaikan APBN seharusnya menambah subsidi untuk rakyat dan memperkuat basis kebijakan ekonomi kerakyatan, bukan malah memberi stimulus fiskal 73 Triliun tahun 2009 dan 60 Triliun tahun 2010 kepada sector swasta dan asing. Pencabutan subsidi listrik dan kenaikan TDL yang sangat membebani rakyat. Bukankah ini salasatu indikator SBY–Boediono mengakomodir kepentingan para kapitalis penghisap rakyat yang sudah tentu SBY-Boediono memberikan legitimasi kepada perusahaan asing multinasional untuk berinvestasi kelistrikan dan ESDM di Indonesia.



Menko Perekonomian kabinet Indonesia bersatu Jilid II menargetkan investasi mencapai 3.100 Triliun tahun 2010 sampai 2014. Padahal dalam 15 tahun terakhir investasi asing tidak mencapai 1.000 triliun atau sekitar USD 76,469 Miliyar, Dengan investasi di bawah 1.000 Triliun saja pihak asing sudah menguasai 75 % Sumber Daya Alam, Sumber Keuangan dan Perbankan, serta aktivitas perdagangan di Indonesia. Bila target tersebut terwujud dan di tambah dengan UU yang pro asing dan kapitalis global serta tidak ada sikap nasionalis para politisi dan penguasa, maka bukankah sama dengan kita menyerahkan bangsa dan rakyat (kedaulatan) kita bulat-bulat ke pihak asing dan kaum imprealisme. Dalam kasus teluk bencana Meksiko, presiden Obama berhasil mendapat komitmen ganti rugi dari British Petroleum sebesar USD 20 Miliyar, Dalam kasus Lapindo Brantas yang telah menyemburkan lumpur panas sudah sekian tahun, justru pemerintah melalui APBN yang berasal dari pajak rakyat harus menangung ganti rugi 7,2 Triliun akibat kasus Lapindo dari tahun 2010 sampai 2014, lebih besar dari uang Century yang di rampok dan di korupsi untuk TIM kampanye SBY-Boediono pada pemilu 2009. Sudah sangat jelas persengkokolan antara penguasa dengan para komparador yakni imprealisme dan kolonialisme sudah silih berganti meraup kekayaan Indonesia yang merupakan sumber utama penghidupan rakyat Indonesia yang selama ini juga mengalami penderitaan karena kelaparan dan kemiskinan. Akibat dari sumber daya alam yang di kuras sebelumnya menemukan titik nadirnya dengan melumpuhkan perekonomian rakyat, selain itu juga 75 % wilayah daratan dan laut Indonesia di jadikan bahan mentah oleh capital asing. Indonesia sebagai tempat eksploitasi SDA sehingga menyebabkan kesengsaraan yang begitu besar dan semakin meningkatkan eksploitasi.



Bayangkan saja betapa banyak masalah bangsa Indonesia, di barat bermasalah dengan Malaysia sedangkan di dalam negara kita sendiri di Nusa Tenggara Timur ada ledakan sumur minyak blok Mutiara yang meyebabkan tumpah milik PT TEP Australia dan Thailand. Tumpahan minyak ini telah merugikan banyak pihak terutama aspek social, ekonomi dan lingkungan Indonesia. Menurut Gubernur NTT (2010) nilai kerugian Negara 2,5 – 3 Triliun mencakup 20.358 KK nelayan. Dalam hal ini pemerintahan RI di bawah kepemimpinan SBY-Boediono sangat lambat menangani kasus tersebut. Padahal kasus ini sudah lebih setahun di bandingkan dengan kasus teluk Mexico yang di selesaikan oleh Obama dalam jangka waktu 2 bulan. Justru sebaliknya yang terjadi pemerintah RI mengeluarkan dana penanggulangan 900 Juta, bukan malah memberhentikan kasus luapan sumur minyak tersebut malah secara intens SBY – Boediono mengelontorkan dana untuk penanggulangan semburan minyak tersebut namun sampai sekarang belum dapat di selesaikan. Selain itu juga, Petronas perusahaan milik Malaysia menguasai 1 Juta PSC Migas dan 400.000 Ha lahan sawit Indonesia dan investasinya hanya senilai USD 1,2 Miliyar,. Kedua bisnis lahan Migas dan sawit tadi mencakup 3 kali luas pulau Lombok.



Sementara di Malaysia 2 Juta Tenaga Kerja Indonesia menjadi alat pemerintahan Malaysia untuk menekan Indonesia sementara pemerintah RI untuk menekan Malaysia dalam menyelsaikan perundingan dari beberapa kasus yang terjadi tidak memiliki alat bukti yang kuat dan pemerintahan RI pun tidak berani mengambil sikap terhadap pemerintah Malaysia. Belum lagi masalah ekspor dan infor bangsa Indonesia selalu tertinggal, padahal Indonesia termasuk Negara yang sangat kaya akan nilai ekspornya. Kalau di banding dengan China dan india bahwa mereka mengimpor minyak sebesar 60 % - 80 % dari kebutuhan dalam negerinya. Akan tetapi mereka tetap memberikan subsidi kepada rakyatnya. Sementara Indonesia yang memiliki cadangan minyak sekitar 80 Miliyar barel seharusnya juga bias memproduksi 1,5 Juta barel perhari daripada sekarang Cuma 960 ribu barel dan Indonesia berada pada posisi teratas kekuatan banyak minyaknya daripada China dan India. Lalu Indonesia bukan meningkatkan subsidi akan tetapi justru menghapus subsidi dan TDL pun tetap naik. Padahal Indonesia memiliki cadangan gas yang sangat luar biasa banyaknya yang bias mensejahterakan rakyat Indonesia. Mengapa subsidi rakyat di otak – atik ?, Bukankah masih banyak pilihan kebijakan untuk membela rakyat dan memperkuat basis ekonomi kerakyatan melalui kebijakan migas tanpa harus menguranggi subsidi. Maka oleh karena itu, isu yang dapat di tarik untuk evaluasi satu tahun pemerintahan SBY – BOEDIONO yang akan jatuh pada tanggal 20 Oktober 2010 adalah sebagai berikut :

Benar sejak masa orde baru sampai dengan sekarang masih terjebak dengan hutang yang sangat dahsyat jumlahnya dan beban hutang tersebut seakan-akan tak berujung. Pihak asing (kapitalisme, neoliberalisme dan imprealisme serta kolonialisme) meminta konvensasi sumber daya seperti migal, mineral dan batubara. Justru yang berakibat karena pengaruh sehingga mempenggaruhi kebijakan-kebijakan yang ada. Namun secara politik dan ekonomi bahwa bangsa Indonesia berada dalam cengkraman kapitalis asing dan membuat bangsa Indonesia menjadi tidak mandiri. Penetrasi penguasaan sumber daya alam strategis Indonesia seperti migal, batubara, mineral, BUMN, perbankan keuangan dan pangan. Pihak asing mengeksploitasi hal tersebut melalui kontrak dan investasi bisnis secara simultan melalui pengaturan dalam paket UU yang di pandu dan dibiayai asing dan tentu saja merugikan kepentingan nasional. Dengan rekayasa program satu persatu sekuruh asset Negara ingin di privatisasi dan liberalisasi pasar (neoliberalisme). Sejalan dengan liberalisasi ekonomi, di lakukan juga liberalisasi politik dalam wujud demokrasi liberal. Usut tuntas korupsi IT dalam proses perhitungan suara di pilpres 2009. Kasus DPT yang sangat manipukatif yang di lakukan oleh TIM SBY – BOEDIONO. Pemilihan kapolri yang tidak terbuka dan akuntabel. Turunkan SBY – Boediono karena kedua-duanya bermasalah, kalau SBY bermasalah pada kasus HAM dan kasus lainnya sedangkan Boediono kasus bank century. Hentikan pengusuran warga dan rakyat kecil yang nota bene mereka sudah di jadikan rumah tempat tinggal kemudian di gusur. Pemilu, pilpres, pemilukada, kongres partai, musyawarah partai, telah menjadi ajang pemeliharaan money politik bagi rakyat. Sehingga rakyat bawah yang biasanya polos menjadi bermental transaksional pesta demokrasi tak ubahnya pesta kebohongan belaka semua kader partai, caleg, cabup, cagub, capres mengumbar rayuan pembohong kepada rakyat dengan menjanjikan segala-galanya. Para calon dan pemilih saling mengakali dan saling sikut-sikutan, prilaku bohong sudah menjadi budaya para pemimpin kita. Rasa saling percaya menurun drastis serta saling mencurigai sehingga bermunculan konflik kepentingan dan kekerasan atas nama rakyat. Politik pencitraan telah membuat sebagian rakyat menggagumi para penipu. Akibat yang terjadi adalah penyesalan di kemudian hari. Secara umum rakyat sebagai sendi utama Negara telah rapuh secara mental dan moral. Banyak yang apatis dan tak peduli pada apa yang terjadi di depan matanya dan lebih tak peduli apa yang di lakukan serta di alami oleh bangsanya sendiri karena memamng kebohongan sudah menjadi tipu muslihat politik dan virus kesaksian demokrasi. Ini merupakan sebuah realitas yang muncul dalam DEMOKRASI KRIMINAL.



Kesadaran Tauhid Meluruskan Alur Gerakan Globalisasi Berbaju Neoliberalisme

Konspirasi exxon mobile telah membumbung tinggi dan membuka lebar arus kemiskinan dengan merasuki semua bentuk kebijakan Negara baik melalui pembentukan UU maupun kebijakan sosial yang ada. Pada tahun 2006 Exxon Mobile merupakan perusahaan yang berkategori Multi National Corporation (MNC) ditunjuk oleh pemerintah sebagai operator Blok Cepu yang kaya akan minyak di kawasan Jawa Tengah, Exxon Mobile berkuasa selama 30 tahun yang akan memutar baalikkan alam Indonesia. Menurut Ramlan Nugraha mengutif T. Clarke bahwa laju pertumbuhan ekonomi dunia lebih di dominasi oleh berbagai perusahaan multi dimensional dari berbagai Negara seperti AS, cina Jepang dan India yang berbentuk Trans National Coorporate (TNC) dan Multi National Corporation (MNC) Dari data yang tersedia Ramlan Nugraha lebih lanjut mengatakan bahwa sekitar 500 TNC/MNC yang berasal dari berbagai negara, saat ini mengontrol 70 % perdagangan dunia. Dari jumlah TNC/MNC tersebut, perusahaan dari Amerika Serikat menempati jumlah terbanyak dengan menempatkan 185 TNC/MNC atau 37 % dari jumlah keseluruhan. Dalam satu waktu presiden SBY-Boediono menyatakan bahwa pemerintahan harus dan terpaksan menempuh kebijakan menaikkan tariff dasar listrik ini dan memohon agar masyarakat memahami bahwa hal itu terpaksa di lakukan mengingat tingginya beban subsidi yang harus di tanggung oleh APBN.



Dampak dari peningkatan harga minyak dunia, SBY – Boediono justru ingin meliberalisasikan seluruh asset Negara padahal mengingat nilai subsidi dasar listrik hanya sedikit dan kecil dalam anggaran APBN tidaklah seberapa di bandingkan dengan pengeluaran pemerintah untuk pembayaran beban lainnya seperti cicilan dan bunga hutang luar negeri serta stimulus fiscal untuk modal besar yang kesemuanya itu sangat merugikan rakyat. Bahkan subsidi tidak sebanding dari apa yang di korupsi oleh penguasa negeri ini yang menjadi parasit bagi ekonomi nasional Indonesia. Hal ini tentunya merupakan sebuah dilema yang sesegera mungkin di atasi, karena memang selama ini seluruh perusahaan yang bersifat multidimensional seperti Blok Cepu yang memiliki cadangan gas bumi sebesar 11 trilyun kaki kubik dan cadangan minyak bumi sebesar 2,6 milyar barrel terus dikeruk kekayaannya oleh pihak asing tanpa ada kilas balik untuk kesejahteraan rakyat.



Dalam prakteknya kebijakan neoliberalisme yang di peromosikan oleh berbagai Negara maju melalui lembaga pemberi hutang di Indonesia yang justru pemerintah menterjemahkan pemberian hutang tersebut dalam kebijakan anggaran Negara. Dalam sistem gerakan neoliberalisme seluruh anggaran hanya di fokuskan pada pelaksanaan pemerintahan dan memberikan stimulus anggaran ekonomi kepada pengusaha, justru sebaliknya anggaran-anggaran Negara tersebut tidak di gunakan untuk pembiayaan kegiatan usaha dan pemberdayaan rakyat. Garis Ideologi kapitalisme, neoliberalisme dan neokolonialisme yang menjadi landasan dalam menyusun semua kebijakan yang terkait dengan sumber daya alam dan anggaran. Hal ini merupakan sebuah sistem yang sangat bertentangan dengan semangat kemerdekaan dan UUD 1945 bangsa ini. Kebijakan semacam itu tambah melanggengkan penghisapan oleh kelompok asing terhadap buruh, nelayan, petani, dan orang – orang miskin yang merupakan kelompok minoritas dalam sistem masyarakat Indonesia. Sebagaimana kita buktikan bahwa kerja-kerja neoliberalisme dengan mengubah konstituen bangsa ini seperti mengubah Undang-Undang (UU) No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha tidak Sehat, membiayai dua perusahaan telekomunikasi Indonesia, yaitu Indosat dan Telkomsel sehingga bterjadi kepemilikan silang, akibatnya konsumen telepon seluler di Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp 14,764 triliun hingga 30,808 triliun. Di Indonesia tahun 2007 sangat banyak investor aktif dalam berbagai sektor industri, jasa keuangan, perbankan, real estate, transportasi dan logistik, infrastruktur, media dan telekomunikasi. Sementara saham di Indonesia seperti Indosat (41,94 %), Telkomsael (35 %), BII (28 %). Bank Danamon (53 %), PT. Metropolitan Land (30 %), PT. Chandra Asri (9 %)



Tanpa kita sadari Neo-Liberalisme yang merupakan penjarahan terhadap kemakmuran rakyat, neo-liberalisme ini merupakan kata lain dari globalisasi telah masuk dan meracuni negara kita melalui topengnya yakni Neo-Llberalisme-nya yang tak henti-hentinya mengambil dan merampok kekayaan alam Indonesia. Pencabutan subsidi atau pemotongan anggaran sosial semisal pendidikan, kesehatan, BBM, TDL dan lain-lain, tingkat upah para pekerja yang jauh dibawah standar kelayakan, harga gabah dan padi yang semakin anjlok sementara pupuk semakin tak terjangkau yang semakin membuat jidat para petani berkerut-kerut sampai sejumlah kasus anak sekolah yang rela menggantung diri dikarenakan stress tak mampu membayar uang sekolah adalah fenomena yang sudah terbiasa dipertontonkan di bawah sistem ekonomi Neo-Liberalisme tersebut yang sungguh tak beradab. Neo-Liberalisme merupakan trend ekonomi dengan sejuta praktek-praktek ekonomi politik dengan berbagai gagasan busuknya yang begitu merajalela terutama terhadap negara-negara berkembang seperti Indonesia, dimana trend ekonomi Neo-Liberalisme tersebut telah menjadi menu santapan utama yang paling menggairahkan dari sejak pemerintahan orde baru hingga Rezim SBY. Betapa tidak, coba tengok rangkaian praktek kebijakan ekonomi-politik mereka yang tetap setia mengabdi kepada modal-modal internasional, pro-pasar bebas, dan mengikuti kebijakan Imperialisme dan negara-negara Imperial lainnya dalam blok ekonomi G-8 yang merupakan simbolisasi dari kekuatan Kapitalisme Global.



Kapitalisme global yang terjamak dalam globalisasi kemudian di tingkatkan menjadi gerakan yang sangat menyeramkan bagi pereknomian Negara-negara berkembang sebagai modus operandinya yakni gerakan neo-liberalisme. Sebenarnya dalam sistem yang berdasarkan pada hak milik pribadi bagi mereka, kaum minoritas penindas yang mendominasi kekayaan dunia merupakan sebuah di lema bagi hak kemanusiaan lainnya, karena mereka sedikit pun tidak akan memberikan kesempatan kepada kaum miskin, buruh, nelayan dan pedagang kecil untuk menikmati sisa hidupnya dengan berbagai kesejahteraan. Hal inilah kalau dalam pengkajian teori shaffan dengan kesadaran tauhid mencoba melakukan advokasi secara partisifatif dalam melahirkan segala bentuk kebijakan Negara melalui lembaga pembuat UU yakni legislasi. Paradigma ekonomi dan gerakan neoliberalisme tersebut sangat perlu di respon dengan merefleksikan segala bentuk aktivitas kenegaraan atau bangsa dalam sebuah ruang yang bersih dan harus adanya kejujuran dalam penyelenggaraan seluruh kepentingan Negara. Kesadaran tauhid bagi seluruh politisi, birokrat dan eksekutif merupakan sebuah keharusan untuk di pahami dan di laksanakan. Kesadaran tauhid ini merupakan sala satu dasar pergerakan perlawanan secara damai untuk membangun peradaban yang kuat. Tentu kesadaran tauhid mermiliki tawaran solusi perlawanan yang kuat agar globalisasi yang berbaju neoliberalisme tidak membuat masyarakat kita menjadi busuk. Yang perlu di pahami adalah bagaimana seharus seluruh komponen bangsa ini menjadi baik, tentu regulasi UU sangat di butuhkan. Regulasi UU yang mengatur tatanan bangsa ini merupakan tolak ukur keberhasilan suatu Negara untuk menjadi besar dan di hargai oleh bangsa lain. Hal ini akan terwujud apabila seluruh generasi danm para pemimpin atau wakil rakyat memiliki kesadaran tauhid sehingga tidak melakukan korupsi dan nepotisme.



Kita lihat saja berbagai produksi yang berlangsung selama ini demi menghasilkan keuntungan bagi segelintir orang yang memperkaya dirinya. Di bawah sistem neoliberalisme ini, dunia terbagi-bagi menjadi Negara-negara yang diperintah oleh politisi-politisi kapitalis neoliberalis, yang dimanipulasi oleh korporasi-korporasi besar melalui World Trade Organisation (WTO), International Monetery Fund (IMF). Tentu korporasi-korporasi sebenarnya harus di atur dalam konsep yang sebenarnya tanpa adanya eksploitasi terhadap rakyat kecil. Karena sesungguhnya seluruh kekayaan yang di miliki oleh manusia memiliki hak orang lain juga sehingga semua orang di dunia ini di tuntut bisa berbagai sesama tanpa ada penindasan. Seharusnya Negara-negara ini bersaing dari segi ekonomi, politik dan militer tetap dalam konsep kesadaran tauhid agar tidak ada yang saling menekan untuk melakukan penindasan, tidak harus militan demi menguasai dan merampok sumber daya, wilayah dan kekayaan, atau membentuk aliansi-aliansi apabila terdapat kepentingan bersama. Karena hal yang sipatnya eksploitatif sangat tidak di sukai oleh Tuhan.



Semua masalah yang terjadi di dunia seperti kemiskinan, eksploitasi, resesi, perang, pemusnahan lingkungan hidup, rasisme, pertikaian dalam bangsa dan penindasan terhadap kaum perempuan. Semuanya itu ditopang oleh sistem kapitalisme neoliberalisme yang merusak tatanan masyarakat. Coba tengok bagaimana buasnya Amerika serikat memangsa Afganistan dan Irak dengan alasan perburuan terorisme atau bagaimana Amerika dengan topeng IMF mancabuli negara-negara Dunia Ketiga dengan hegemoni ekomomi Neo-Liberalisme yang semakin memiskinkan dan menyengsarakan rakyat. Kesadaran tauhid dalam teori shaffan menolak hal seperti ini, maka oleh karena itu kesadaran tauhid harus di tanam dalam benak para pengurus bangsa ini baik dari rakyatnya sampai pemimpin tertinggi bangsa ini, kita melawan neoliberalisme harus di mulai dari kejujuran dan tidak melakukan eksploitasi serta penghianatan terhadap orang lain agar tidak ada rasa permusuhan terhadap sesama dan senantiasa saling mengasihi dan menghormati.



Memory Of Understanding (MOU) antara pemerintah Indonesia dan IMF akan resep ekonomi Neo-Liberal inipun tertuang dalam point-point Letter Of Intens (LOI) yang diantara isi dan kesepakatannya adalah Pemotongan anggaran sosial yang dianggap tidak produktif semisal BBM, TDL, Pendidikan dan kesehatan, Privatisasi atau penjualan serta obral murah perusahaan-perusahaan milik pemerintah, Deregulasi atau penghapusan hambatan-hambatan kepmilikan dominasi saham oleh Swasta, penghilangan konsep Public Goods dll. Dalam konteks perekonomian domestik kita hari ini, bisa dikatakan bahwa memang sengaja diarahkan ke dalam mekanisme pasar global (Liberalisasi) dengan memaksa sistem ekonomi nasional kita ke dalam sistem perputaran ekonomi dunia tanpa batas. Tak lain adalah lembaga-lembaga keuangan internasional semisal IMF,World Bank, Paris Club dll. Secara umum, agenda IMF (termasuk World Bank dan WTO) ini, mengandung tiga poin utama. Pertama, liberalisasi ekonomi, yang diarahkan untuk mengurangi campur tangan negara dalam pasar atau secara umum ekonomi. Kedua, privatisasi, yang ditargetkan ke perusahaan-perusahaan milik negara. Dan ketiga, deregulasi ekonomi yang menempatkan peran negara hanya sebagai regulator atau pengawas.



Cara kerja dan tawaran resep ekonomi pasar bebas yakni : Pertama, menciptakan ketergantungan melalui utang atau pinjaman kepada negara-negara dunia ketiga dengan iming-iming bahwa mengadopsi dan mengintegralkan sistem ekonomi domestik ke dalam konteks perekonomian global akan lebih mampu memacu pertumbuhan ekonomi negara bersangkutan karena akan terjadi pemerataan aktivitas ekonomi (investasi, massifikasi industri, Produksi komoditas dan transaksi perdagangan). Demikian lontaran-lontaran rasionalisasi picik dari negara-negara pemodal. Kedua, membangun hegemonisasi politik secara global dengan propaganda-propaganda sesat yang mengarahkan opini tunggal bahwa hanya negara-negara maju yang mampu memberikan solusi krisis dan alternatif jalan keluar masalah kemiskinan. Ada dua hal ditimbulkan oleh proses hegemonisasi ini yakni ketakutan dan pengaruh yang sangat luar biasa (Imperialisme Budaya) sehingga Negara-Negara Satelit menjadi tak berdaya dan menjadi penaganut total ekonomi konsumerisme yang berarti semakin menjadikan ekonomi negara-negara dunia ketiga tetap stagnan yang pada sisi yang lain tetap mempertahankan dominasi ekonomi negara-negara maju. Dan Ketiga, Membangun dan membentuk boneka-boneka politik (Puppet’s Goverment) disetiap negara-negara berkembang guna mengontrol secara penuh negara-negara berkembang tersebut secara ekonomi dan politik yang berarti model penjajahan dan perampokan kemerdekaan dan hak asasi manusia. Akibat dari globalisasi ini tentu memiliki implikasi yang sangat besar yakni memperlebar lapangan kemiskinan yang tak terjangkau, bukankah Rasulullah saw telah menyerukan kepada manusia bahwa “kemiskinan sangat rentan dengan kemusyrikan dan kemusyrikan tersebut merupakan sesutau yang tidak di sukai karena memang dapat menjerumuskan semua manusia kea rah yang tak berguna dan melakukan perbuatan terkeji”. Nah bukankah sekarang Indonesia sudah terhitung menjadi Negara gagal karena di akibatkan oleh kemusyrikan seluruh pemimpin Negara ini ?.



Kesadaran Iqranisasi Adalah Gerakan Melawan Neoliberalisme

Pernakah kita tengok dan membaca (Iqranisasi) secara cermat bahwa ternyata beban APBN kita yang paling banyak menyerap anggaran adalah utang. Dalam APBN untuk 2005 saja, pemerintah harus mengeluarkan kas negara untuk membayar cicilan dan bunga utang yang jatuh tempo sebesar 42 % dari total anggaran negara sekitar kurang lebih 62 Trilyun. Sementara anggaran sosial atau yang lebih di kenal adalah subsidi publik semakin berkurang karena terus dikurangi seperti BBM, pendidikan dan kesehatan. Ini berarti akan membuat kemiskinan semakin meluas dan pengangguran merajalela yang kemudian tak akan mampu teratasi ketika praktek-praktek ekonomi neoliberal masih terus dilakukan karena telah terbukti bahwa neoliberalisme tak lebih dari topeng perampok dan penjarah kemakmuran rakyat Indonesia. Bayangkan saja, data Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mengumumkan bahwa penduduk miskin Indonesia telah mencapai 40 juta jiwa lebih, dan angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah sejak keputusan pemerintahan SBY-MJK-Boediono mengeluarkan keputusan kenaikan harga BBM setiap tahun. Secara kalkulatif, kenaikan BBM sebesar 30 % saja, akan berpotensi melonjaknya angka kemiskinan sebesar 20 juta jiwa. Akibat dari semuanya, tentu akan semakin membuat kemiskinan semakin meluas dan PHK akan menjadi kebiasaan bagi rakyat.



Kita percaya bahwa perubahan hanya bisa dilakukan oleh massa rakyat sendiri. Untuk itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah “Membangun alat-alat perjuangan yang efektif di semua sektor rakyat, yaitu organisasi rakyat: serikat buruh dan petani serta kaum miskin termarjinalkan. Mahasiswa dan kaum intelektual berperan sebagai pemasok kesadaran berorganisasi kepada rakyat, dan menjadi kekuatan pelopor yang tinggi mobilitasnya”. Gerakan mahasiswa dan intelektual harus bersentuhan dengan buruh, petani dan kaum miskin kota. Mahasiswa harus membantu rakyat membangun organisasi dan melakukan aksi-aksi. Di samping itu gerakan mahasiswa, karena lebih bebas posisinya, bertindak selaku bahan bakar bagi letupan sosial. Aksi-aksi mahasiswa ynag pada skala yang relative besar, akan memberikan efek perlawanan yang meluas terhadap massa rakyat. Langkah kedua adalah “Menyatukan berbagai sektor rakyat dalam aliansi-aliansi multisektor dalam mengkampanyekan isu bersama menentang bahaya Neo-liberalisme”. Serikat buruh biasanya terbatas pada isu-isu perburuhan semata, demikian pula dengan serikat-serikat tani dan kaum miskin kota. Dengan membentuk aliansi multisektor, maka akan dapat disatukan irisan berbagai kepentingan massa rakyat. Aliansi multisektor juga merupakan latihan bagi rakyat untuk menyusun organisasi-sosial baru, pengganti bagi model demokrasi borjuis yang tidak berpihak kepada rakyat. Aliansi ini harus melibatkan seluas-luasnya elemen-elemen progresif, termasuk partai-partai politik yang komitmen dengan sikap anti-neoliberalisme. Langkah ketiga adalah “Mengkampanyekan solidaritas internasional menentang Neo-liberalisme”. Bukan hanya terbatas pada negara-negara Dunia Ketiga saja, tetapi juga membangun front internasional dengan kekuatan-kekuatan kiri di negara-negara maju. Aksi-aksi menentang pertemuan WTO di Seattle (1999) dan IMF di Washington (2000) merupakan contoh bentuk solidaritas internasional anti-neoliberalisme, meskipun aksi tersebut berada pada jantung symbol kekuasan kapitalisme terbesar di belahan dunia.



Kesadaran Majelis Melahirkan Regulasi Yang Anti Globalisme, Neolib, Neokolim Dan Neoimpreal

Liberalisme adalah paham yang sangat jelas digambarkan oleh Adam Smith dalam bukunya yang terbit pada 1776 dengan judul An inquiry into the Nature and the Causes of the Wealth of Nations. Buku ini sangat terkenal dengan singkatannya The wealth of nations dan luar biasa pengaruhnya. Dia menggambarkan pengenalannya tentang kenyataan hidup. Intinya sebagai berikut. Manusia adalah homo economicus yang senantiasa mengejar kepentingannya sendiri guna memperoleh manfaat atau kenikmatan yang sebesar-besarnya dari apa saja yang dimilikinya. Kalau karakter manusia yang egosentris dan individualistis, seperti ini dibiarkan tanpa campur tangan pemerintah sedikitpun, dengan sendirinya akan terjadi alokasi yang efisien dari faktor- faktor produksi, pemerataan dan keadilan, kebebasan, daya inovasi, dan kreasi berkembang sepenuhnya. Prosesnya sebagai berikut. Kalau ada barang dan jasa yang harganya tinggi, sehingga memberikan laba yang sangat besar (laba supernormal) kepada para produsennya, banyak orang akan tertarik memproduksi barang yang sama. Akibatnya, suplai meningkat dan ceteris paribus harga turun. Kalau harga turun sampai di bawah harga pokok, ceteris paribus supply menyusut karena harga meningkat lagi. Harga akan berfluktuasi tipis dengan kisaran yang memberikan laba yang sepantasnya saja (laba normal) bagi para produsen. Hal yang sama berlaku buat jasa distribusi. Buku ini terbit pada 1776, ketika hampir semua barang adalah komoditas yang homogen (stapel producten), seperti gandum, gula, garam, dan katun. Lambat laun daya inovasi dan daya kreasi dari beberapa produsen berkembang. Ada saja di antara para produsen barang sejenis yang lebih pandai, sehingga mampu melakukan diferensiasi produk. Sebagai contoh, garam dikemas ke dalam botol kecil praktis yang siap pakai di meja makan. Di dalamnya, ditambahi beberapa vitamin dan diberi merek yang dipatenkan. Dia mempromosikan garamnya yang berlainan dengan garam biasa.

Konsumen percaya dan ber-sedia membayar lebih mahal. Produsen bisa memperoleh laba tinggi tanpa saingan untuk jangka waktu yang cukup lama. Selama itu, dia menumpuk laba tinggi (laba supernormal) yang menjadikannya kaya. Karena semuanya dibolehkan tanpa pengaturan oleh pemerintah, dia mulai melakukan persaingan yang mematikan para pesaingnya dengan cara kotor, yang ditopang oleh kekayaannya. Sebagai contoh, produknya dijual dengan harga yang lebih rendah dari harga pokok. Dia merugi. Kerugiannya ditopang dengan modalnya yang sudah menumpuk. Dengan harga ini semua pesaing akan merugi dan bangkrut. Dia tidak, karena modalnya yang paling kuat. Setelah para pesaingnya bangkrut, dengan kedudukan monopoli, dia menaikkan harga produknya sangat tinggi. Contoh lain, kasus pabrik rokok yang membeli rokok pesaingnya, disuntik sangat halus dengan cairan sabun. Lantas dijual lagi ke pasar. Beberapa hari lagi, rokoknya rusak sehingga mereknya tidak laku, pabriknya bangkrut. Yang digambarkan Adam Smith mulai tidak berlaku lagi, karena apa saja boleh. Pengusaha majikan mulai mengerjakan sesama manusia dengan gaji dan lingkungan kerja yang di luar perikemanusiaan. Puncaknya terjadi dalam era revolusi industri, yang antara lain mengakibatkan anak-anak dan wanita hamil dipekerjakan di tambang-tambang. Perempuan melahirkan dalam tambang di bawah permukaan bumi. Mereka juga dicambuki bagaikan binatang. Dalam era itu seluruh dunia mengenal perbudakan, karena pemerintah tidak boleh campur tangan melindungi buruh. Dalam kondisi seperti itu, lahir pikiran Karl Marx. Banyak karyanya, tetapi yang paling terkenal menentang Adam Smith adalah Das Kapital yang terbit 1848. Marx menggugat semua ketimpangan yang disebabkan mekanisme pasar yang tidak boleh dicampuri pemerintah. Marx berkesimpulan, untuk membebaskan penghisapan manusia oleh manusia, tidak boleh ada orang yang mempunyai modal yang dipakai untuk berproduksi dan berdistribusi dengan maksud memperoleh laba. Semuanya harus dipegang oleh negara dan setiap orang adalah pegawai negeri.



Dunia terbelah dua. Uni Soviet, Eropa Timur, Tiongkok, dan beberapa negara menerapkannya. Dunia Barat mengakui sepenuhnya gugatan Marx, tetapi tidak mau membuang mekanisme pasar dan kapitalisme. Eksesnya diperkecil dengan berbagai peraturan dan pengaturan. Setelah dua sistem ini bersaing selama 40 tahun, persaingan dimenangkan oleh Barat. Maka tidak ada lagi negara yang menganut sistem komunisme ala Marx-Lenin-Mao. Semuanya mengadopsi mekanisme pasar dan mengadopsi kapitalisme dalam arti sempit, yaitu dibolehkannya orang per orang memiliki kapital untuk berproduki dan berdistribusi dengan motif mencari laba. Tetapi, kapital harus berfungsi sosial. Apa arti dan bagaimana perwujudannya? Sangat beragam. Keragaman ini berarti juga bahwa kadar campur tangannya pemerintah sangat bervariasi, dari yang sangat minimal sampai yang banyak sekali. Orang-orang yang menganut paham bahwa campur tangan pemerintah haruslah sekecil mungkin adalah kaum neolib. Mereka tidak bisa mengelak terhadap campur tangan pemerintah, sehingga tidak bisa lagi mempertahankan liberalisme mutlak dan total, tetapi harus militan mengerdilkan pemerintah untuk kepentingan korporatokrasi. Jadi, walaupun yang liberal mutlak, yang total, yang laissez fair laissez aller dan laissez fair laissez passer, yang cut throat competition dan yang survival of the fittest mutlak sudah tidak bisa dipertahankan lagi, kaum neolib masih bisa membiarkan kekayaan alam negara kita dihisap habis oleh para majikannya yang kaum korporatokrat dengan dukungan Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, dan IMF. Tim ekonomi dalam pemerintahan di Indonesia sejak 1967 adalah kaum neolib yang lebih ekstrem dari rekan-rekannya di negara-negara barat. Perkecualiannya hanya sebentar sekali, yaitu selama kabinet Gus Dur.



Dalam stagnasi ekonomi negara-negara maju pada dasawarsa 1970-an, dan dalam revolusi teknologi informasi sejak awal dekade 1980-an, kecenderungan itu mengalami evolusi lanjut dan menghasilkan ciri utama neoliberalisme. Perspektif oeconomicus bukan hanya direntang untuk diterapkan pada dimensi lain hidup manusia, bahkan dalam perspektif oeconomicus sendiri berkembang hierarki prioritas: prioritas sektor finansial (financial capital) atas sektor-sektor lain dalam ekonomi. Hasilnya adalah revolusi produk finansial, seperti derivatif, sekuritas, dan semacamnya. Tren ini lalu mempertajam pembedaan antara sektor virtual dan sektor riil dalam ekonomi, dengan prioritas yang pertama. Dalam bahasa sederhana, proses ekonomi bergerak dengan prioritas transaksi uang ketimbang produksi barang/jasa riil.



Ada anggapan, maraknya transaksi produk-produk finansial akan mengalir langsung ke investasi di sektor riil (dalam bentuk pabrik atau sepatu), yang diharapkan menyediakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. Dalam fakta, visi neoliberal yang berdiri di atas asumsi tentang manusia yang sudah amat diciutkan itu tentu penuh kontradiksi. Misalnya, bila dalam visi neoliberal tiap orang atau perusahaan bertanggung jawab atas diri sendiri, bagaimana harus dijelaskan bailout banyak bank dan perusahaan dengan uang setiap orang melalui dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Neoliberalisme, yang banyak dirumuskan sebagai perdagangan bebas, adalah fakta yang terus menggerus. Yang bisa dilakukan Indonesia adalah bertahan, menjalankan apa saja hal yang memperkuat perekonomian rakyat, dan sebisa mungkin penduduknya punya kreasi mencipta lapangan kerja. Menurut Sri Adiningsih bahwa pembangunan ekonomi negara-negara, tak tergantung lagi pada sumber daya alam. Sudah beralih ke industri pengolahan dan jasa. Pembangunan terus bergerak, dan yang penting kita harus punya kreasi pekerjaan. Revrisond mengatakan, banyak hal penguat ekonomi rakyat yang justru punah.



Kesadaran Harakah Fil Islam (Kesadaran Keislaman)

Penerapan mekanisme pasar harus dilawan, tetapi mekanisme pasar dalam bidang ekonomi dengan dimensi sosial bisa diterima. Orientasinya adalah pada kesejahteraan masyarakat. Karenanya, perlu ada revitalisasi gagasan sosial dan pembuatan serta pelaksanaan kebijakan publik atas dasar visi "perdamaian (visi keislaman)". Penerapan pasar bebas akan mengorbankan masyarakat dengan daya beli lemah termasuk anak dan perempuan. Kebebasan hanya bisa dinikmati bila bisa membelinya. Hal ini menimbulkan pergeseran, hubungan warga negara dan negara tidak lagi terkait hak, tetapi warga negara menjadi konsumen. Secara antropologis, neoliberalisme mereduksi manusia menjadi hanya sebagai makhluk ekonomi. Padahal, sesungguhnya manusia adalah makhluk sosial, estetis, politis, kultural, dan religius yang seperti taman keragaman. Akibat neoliberalisme, pendidikan bukan lagi menjadi hak asasi, tetapi masalah apakah seseorang bisa membelinya atau tidak. Hal ini tampak pada Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan yang disahkan tahun 2008. Pada era reformasi, komersialisasi segala bidang kehidupan dilanjutkan. Untuk melawan neoliberalisme yang terjadi dan diputarbalikkan oleh para akademisi yang menjadi tim kampanye para calon presiden. Di tengah era krisis ekonomi global, ada satu sistem ekonomi yang tidak tergoyahkan, ada satu sistem perbankan yang bisa eksis, yakni ekonomi dan perbankan Islam. Ekonomi dan perbankan syariah yang berbasiskan Islam melalui penjelasan UU tentang Perbankan Syariah dan UU tentang Obligasi Syariah. Kedua UU tersebut merupakan mekanisme ekonomi, perdagangan, perbankan yang akan memudahkan hubungan Indonesia dengan negara yang berbasiskan ekonomi syariah.



Sumber Tulisan Diambil Dari SMS Hatta Taliwang, Salamudin Daeng IGJ, Rizal Ramli Sebagai Sumber Asli Tulisan Serta Beberapa Literatur Yang Telah Di Komparasikan Menjadi Satu Tulisan Ilmiah.

Http://shaffan institute.blogspot.com/revolusishaffan/yantosagarino/teorishaffan di posting pada tanggal 09 desember 2010



DAFTAR PUSTAKA

Globalisme dan kebangkitan ideology pasar hal 13

David Harvey,. Neo Imprealisme,.Op.Cit,.Hal 44

A. Prasetyantoko,. Free Trade Wacth,. IGJ, Jakarta Tebet 2010.

Peter Kasenda; Sukarno Muda, Biografi Pemikirannya,. Jakarta 2010,. Hal 37

Zain Maulana, Jerat Globalisasi Neoliberalisme : Ancaman Bagi Negara Dunia Ketiga, Yogyakarta, 2010, Hal ix

Salamuddin Daeng, Melawan Ekonomi Neoliberalisme, Institute for Global Justice, Jakarta, April 2010.

Sumber Pernyataan Aksi Dan Petisi Gerakan 28 “Gerakan Anti Korupsi” Pada tanggal 28 Desember 2009.

Sumber ; www.kpbtpn.co.id, Jakarta, Mei 2008

TIM Indonesia Bangkit, Jakarta 2009

Sumber : Salamudin Daeng, Institute For Global Justice, Jakarta Tebet Dalam, Per Agustus 2010

Roberg dalam Hatta Taliwang, Indonesia Akan Menjadi Negara Gagal, SMS Rutin – Mingguan, Jakarta, 2010

Prof. Jared Diamond,. Op. Cit,. Jakarta, UCLA 2005

Stratfor Weekly Analysis, July 6, 1999.

Dalam terbitannya 20 Februari 1999, The Economist menulis: "Berkat over-investasi besar-besaran, khususnya di Asia, dunia kita terbenam dalam chip-chip komputer, baja, mobil, tekstil, kapal, dan bhan-bahan kimia. Sebagai contoh, setidaknya sudah terhitung 30 persen kapasitas Industri mobil yang tidak digunakan di seluruh dunia, namun pabrik-pabrik baru di Asia masih bermunculan."

The Economists (21/8/99) berkomentar: "Resiko yang jelas dari pemulihan ini datang dari luar Asia Tenggara. Karena kekacauan ekonomi Jepang telah membantu memberikan permintaan segala hal dari barang-barang elektronik, jasa turis, hingga timber, pembalikan akan berarti berita buruk. Jika Cina, yang tetap tumbuh dalam kemerosotan, mengalami krisisnya sendiri, dibarengi dengan devaluasi tajam mata uangnya, Yuan, setidaknya kepercayaan regional akan memukulnya. Jika ekonomi Amerika--khususnya permintaan barang elektronik--berubah-ubah, hal ini juga akan memberikan pukulan yang berat. Lalu akan timbul malapetaka keuangan yang mungkin disebabkan oleh kolapsnya Wall Street."

Stratfor, 26/7/1999,. Op. Cit

Sumber : Jeffry Sach,. Pembangunan Asia,. Op. Cit.

Sumber : D. Wibowo, MI.Com 14/03/09

Istilah DR. R. Ramli adalah Demokrasi criminal (crime democracy), sebagian beli suara, manipulasi dan konklusi dengan para kapitalis yang tidaak bertanggungjawab.

Hatta taliwang, GD Aktivis 77-78, serial SMS Keempat puluh, Jakarta,. 2010

Rusdianto,.S.Ip,. Revolusi Shaffan Jilid Ke XV Di sebarkan melalui sms ke beberapa tokoh gerakan mahasiswa oleh Shaffan Institute 13/09/2010.

Kompas, 25/09/2010

Prof. Dr. D. Rachbini,. Op. Cit,. Hal 45

Muhammad Hatta Taliwang,. GD Aktivis 77-78, Serial sms ke Tiga Puluh Satu,. 29/09/2010

Sumber : Salamudin Daeng Sumbawa, Institute For Global Justice (IGJ) Free Trade Wacth Edisi Oktober, Jakarta, 2010,. Hal. 2.

Sumber : SIB, 25/06/2010

Sumber : Salamudin Daeng Sumawa,. Institute for Global Justice (IGJ) Free Trade Wacth Edisi Juni, Jakarta, 2010,. Hal. 30.

Sumber : Marwan Batu Bara,.Op. Cit. Dalam M. Hatta Taliwang – Koordinator GD Aktivis 77-78 serial SMS Ketiga Puluh Tiga.

Hatta Taliwang – Koordinator GD Aktivis 77-78 serial SMS Ketiga Puluh Empat.

Sumber : Salamudin Daeng Samawa,. Institute for Global Justice (IGJ) Free Trade Wacth Edisi Juli, Jakarta, 2009,. Hal.27.

Dr. Kurtubi,.Op.Cit.

Ramlan Nugraha, 10 April 2010 di akses pada tanggal 17 September 2010

Ibid Ramlan Nugraha 10 April 2010

Ibid Ramlan Nugraha 10 April 2010

Salamudin Daeng, Politik Ekonomi Anti Rakyat,.Edisi Khusus-Agustus 2010-Hal. i Editorial Free Trade Wacth IGJ

Ibid Salamudin Daeng,. Hal. I – Editorial IGJ Edisi Agustus 2010

Sumber : Media Indonesia (20/11/07)

Jawa Post, Rabu, 27 Januari 2010

Neo-Liberalisme adalah wajah baru praktek busuk ekonomi Kapitalisme yang pada prinsipnya berusaha memisahkan peran dan fungsi negara dalam perekonomian karena dianggap menghalangi persaingan pasar secara luas dan kompetitif. Program seperti pencabutan subsidi publik, privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), deregulasi dll adalah kenyataan yang sekarang sedang dihadapi oleh negara-negara berkembang di bawah komando negara-negara maju melalui IMF, World Bank, WTO dll dengan jargon Neo-Liberalisme-nya. Structural Adjusment Programs (SAPs) merupakan jaring perangkap ekonomi yang direkayasa sedemikan rupa oleh negara-negara Imperialis dunia pertama untuk menjebak negara-negara dunia ketiga ke dalam kerangka bangunan perekonomian pasar bebas dengan menciptakan ketergantungan dengan beban utang yang diharuskan lengkap beserta syarat-syarat yang harus dilakukan oleh negara pengutang.

Letter Of Intens (LOI) merupakan kesepakatan bersama antara Pemerintahan Indonesia dengan International Monetery Fund (IMF) pada tahun 1997 tentang program reformasi penyesuaian struktur ekonomi domestik negara kita yang secara langsung mengintegralkan perekonomian domestik Indonesia dengan pusaran perekonomian global yang mengarah kepada mekanisme kompetisi pasar bebas (Free Market Competition).

Meminjam istilah Andre Gunder Frank salah seorang pencetus teori ekonomi Dependensia (Ketergantungan) yang meng-analogikan negara-negara berkembang sebagai negara-negara satelit (Subordinat) terhadap negara-negara maju. Lebih lengkapnya, Lihat buku Teori-Teori Pembangunan (Arief budiman).

Secara telanjang nampak betapa Negara-negara maju di bawah komando Amerika Serikat begitu mendikte negara-negara berkembang baik dengan cara halus terselubung maupun cara-cara kekerasan diluar batas-batas kemanusia dan melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia. Coba tengok Afghanistan dan Irak pasca invasi Militer AS, hari ini bisa dikatakan negara tersebut merupakan koloni baru dari kekuasaan AS yang dikemas dalam bentuk pemerintahan yang seakan-akan milik dan kepunyaan rakyat Afghanistan dan Irak sendiri, padahal tak lebih dari pemerintahan boneka AS yang setiap saat dapat disetir sesuai dengan keinginan.

Salamuddin Daeng IGJ, Jakarta 2010,. Hal 56

Kwik Kian Gie 19/095/2009 http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=8112.

Sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/15/opini/2290496.htm

www.kompas.com, Yogyakarta Rabu, 1 Juli 2009

www.kompas.com, Minggu, 21 Juni 2009
Sumber : www.imm.or.id

peta tamuku

Powered By Blogger