Imagine there's no your girl, so it's happy if you try


Rabu, 31 Maret 2010

rajo hawo

judul diatas sepertinya sangat aneh bagi para pembaca yang sama sekali. dalam mitilogi minang kabau rajo hawo adalah sejenis hantu berkepala kerbau yang mengikuti jalan seseorang, dan siap menikam dari belakang. sedangkan secara harfiah berarti raja hawa, atau raja angin. jadi artinya tidak ada tapi terasa ada.
dan begitulah yang diucapkan oleh bapak ku" hantu itu sebenarnya ada di hatimu"
aku sebagai penjahat
hehehe...
tak dapat ku pungkiri bahwa amat banyakkejahatan yang pernah kulakukan, baik yang di senaja maupu tidak. tapi dari semua tuduhan, ada satu yang tidak pernah ku terima, ketika sorang tante ku meninggal dan bapak ku bilang itu karna kenakalan mu.

ceritanya begini, awalnya aku adalah anak pendiam, bukan berarti aku anak yang baik, ada saja kenakalan yang aku perbuat, dan tanteku inilah yang selalu menjadi hakim bila tidak ada orang tuaku. hingga suatu saat ia menikah dengan seorang guru stm, awalnya sih suami nya itu selalu bersikap baik pada kami sekeluarga. hingga suatu ketika, guru stm ini setiap ada kesempatan selalu menghina aku, kadang-kadang juga menghina orang tua ku.
aku masih ingat ketika ibuku membelikan aku sebuah baju kaos bertulisan Jeko, "Jeko, artinya jelek dan kotor" katanya.
aku pernah dilarang nya nonton TV di rumah nenekku, padahal dia sendiri nonton TV setelah itu, aku tak pernah diperlakukan seperti itu, seperti orang asing dirumah nenek ku sendiri.
aku di rendahkan di depan semua saudara sepupuku.
hingga aku berpikir, aku akan membalas ini. tepat pada musim liburan. rencananya begini akhir liburan akan ku buat ia sakit hati, dan tak dapat membalas ku

pertama tama kunci laci mejanya kucuri. lalu setiap tanteku membuatkanya susu, selalu ku minum setengah, dan lalu kabur . memang hanya perbuatan keanak anakan, maklum saat itu umurku baru 12 tahun.
namun seminggu kemudian tanteku meninggal, setelah ia merasa sakit pada ulu hatinya, dan meninggal tampa sempat mengunjungi rumah sakit. dalam pikiran ku yang dendam pada si guru stm" aku yakin tanteku pasti ia racuni". tapi apa yang ku dapat selama satu bulan orang tuaku selalu mengutuki ku, "itu karena ulah nakal mu yang terlaluan" tutur mereka. mereka memang selalu begitu, saat itu tak pernah mempedulikan perasaan ku.

bulan kemudian si guru stm menikah lagi, ia membawa semua barang peninggalan tanteku kerumah istri barunya. dan giliran ibuku yang sakit hati. andai ibuku tau itu dari awal.

Tidak ada komentar:

peta tamuku